RENTAL OFFICE DI SEMARANG DENGAN PENEKANAN DESAIN GREEN ARCHITECTURE

*Amalia, Alifiani - 
Bambang Supriyadi - 
Eddy Prianto - 
Published: 31 Jul 2012.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Full Text:
Statistics: 288 444
Abstract


Semarang sebagai pusat bisnis eksklusif di Jawa Tengah memiliki potensi yang paling mewadahi yaitu
pada sektor perdagangan dan jasa. Sarana perkantoran merupakan suatu wadah bagi masyarakat yang
bergerak pada sektor perdagangan dan jasa yang di dalamnya menjadi suatu pusat pengolahan informasi,
pengambilan keputusan dan kebijaksanaan bisnis. Di sisi lain, pekerja jasa, pekerja profesi, dan pekerja bisnis
atau sering disebut freelancer lebih cenderung memilih membangun kantor-kantor pribadi dan ditempati pula
secara pribadi. Akibatnya terjadi persaingan pemanfaatan ruang kota dan penampilan fisik fasilitas-fasilitas
kota yang menyebabkan lahan semakin terbatas dan harga semakin mahal.Oleh karena itu perlu suatu upaya
perencanaan dan perancangan ke arah Green Architecture yang dapat meminimalkan dampak negatif yang
ditimbulkan oleh suatu bangunan.
Konsep perancangan ditekankan desain Green Architecture yaitu demi menciptakan kenyamanan dan
pola hidup sehat bagi pengguna dan lingkungan bangunan tersebut.Konsep dan filosofi Green Architecture
ditampilkan secara eksplisit dalam bentuk dan penampilan bangunan. Melihat potensi yang ada pada tapak,
maka penekanan konsep desain lebih difokuskan pada aspek tepat guna lahan (appropriate site development).
Untuk konsep fisik bangunan Rental Office itu sendiri mengadaptasi dari potensi lingkungan yang ada dengan
mengambil filosofi keteduhan dari vegetasi yang sangat dominan pada tapak sehingga semaksimal mungkin
dipertahankan keberadaannya.
Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Rental Office, standarstandar

mengenai tata ruang dalam Rental Office, studi banding beberapa Rental Office di Semarang dan di
Jakarta yang sesuai dengan konsep perkantoran yang dibutuhkan para freelancer yaitu perkantoran yang
stategis dan eksklusif namun dengan harga terjangkau sesuai dengan alokasi dana masing-masing instansi
atau perusahaan tersebut. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Rental Office. Tapak yang digunakan
adalah lahan kosong yang diperuntukkan sebagai kawasan bisnis sesuai kebutuhan lahan sesuai dengan hasil
studi ruang. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan,
struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Rental Office di Semarang dengan penekanan desain
Green Architecture”.

 

Keywords
Rental Office, Freelancer, Green Architecture

Article Metrics: