BibTex Citation Data :
@article{IEOJ60450, author = {Laely Wahyu Kurnianingsih and Diana Puspitasari}, title = {ANALISIS KINERJA DAN REKOMENDASI PERBAIKAN PADA OPERATOR QUALITY CONTOL PRODUK WHITE BODY DALAM PROSES INSPEKSI KILN S2 MENGGUNAKAN METODE DMAIC DAN FMEA (STUDI KASUS: PT ABCD)}, journal = {Industrial Engineering Online Journal}, volume = {1}, number = {4}, year = {2026}, keywords = {Inspeksi; Kinerja Operator; DMAIC; Quality Control; FMEA}, abstract = { PT ABCD menghadapi permasalahan kualitas produk white body yang lolos dari inspeksi kiln S2, tetapi tidak memenuhi standar di tahap packing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operator quality control (QC) di area inspeksi Kiln S2 serta memberikan rekomendasi perbaikan. Metode yang digunakan adalah DMAIC sebagai pengendalian dan perbaikan proses serta FMEA untuk mengidentifikasi dan mencegah potensi kegagalan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kinerja operator inspeksi kiln S2 masih di bawah standar perusahaan yaitu sebesar 85%. Faktor penyebab utama dianalisis menggunakan diagram fishbone berdasarkan enam aspek yaitu manusia, metode, mesin, material, pengukuran, dan lingkungan kerja. Faktor-faktor tersebut kemudian dilakukan analisis lebih lanjut menggunakan FMEA. Berdasarkan perhitungan FMEA tiga faktor kegagalan dengan nillai RPN tertinggi (>200) adalah kesalahan identifikasi produk oleh operator, suhu lingkungan kerja yang terlalu panas, serta tingkat kebisingan yang tinggi. Rekomendasi perbaikan berupa penyesuaian tata letak area inspeksi kiln S2, pembuatan alur penerimaan operator inspeksi baru, dan penggunaan APD berupa earplug. }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/60450} }
Refworks Citation Data :
PT ABCD menghadapi permasalahan kualitas produk white body yang lolos dari inspeksi kiln S2, tetapi tidak memenuhi standar di tahap packing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operator quality control (QC) di area inspeksi Kiln S2 serta memberikan rekomendasi perbaikan. Metode yang digunakan adalah DMAIC sebagai pengendalian dan perbaikan proses serta FMEA untuk mengidentifikasi dan mencegah potensi kegagalan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kinerja operator inspeksi kiln S2 masih di bawah standar perusahaan yaitu sebesar 85%. Faktor penyebab utama dianalisis menggunakan diagram fishbone berdasarkan enam aspek yaitu manusia, metode, mesin, material, pengukuran, dan lingkungan kerja. Faktor-faktor tersebut kemudian dilakukan analisis lebih lanjut menggunakan FMEA. Berdasarkan perhitungan FMEA tiga faktor kegagalan dengan nillai RPN tertinggi (>200) adalah kesalahan identifikasi produk oleh operator, suhu lingkungan kerja yang terlalu panas, serta tingkat kebisingan yang tinggi. Rekomendasi perbaikan berupa penyesuaian tata letak area inspeksi kiln S2, pembuatan alur penerimaan operator inspeksi baru, dan penggunaan APD berupa earplug.
Last update:
Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik - Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH Tembalang Semarang 50239
Telp / Fax : (024) 7460052
Email : i_engineering@ymail.com