BibTex Citation Data :
@article{IEOJ58979, author = {Yefta Finandra and Denny Nurkertamanda}, title = {PENERAPAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSSES UNTUK MENGUKUR EFEKTIVITAS MESIN STAMPING HIKARI 100T (MP 01) DI PT SEBASTIAN JAYA METAL PLANT TEGAL}, journal = {Industrial Engineering Online Journal}, volume = {1}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {overall equipment effectiveness; six big losses; efektivitas; downtime; mesin}, abstract = { Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas mesin stamping Hikari 100T (MP 01) di PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses. Mesin ini merupakan mesin utama perusahaan yang berfungsi untuk melakukan proses blanking. Pada periode Oktober–Desember 2024, mesin tersebut mengalami machine break tertinggi di antara semua mesin yang dimiliki perusahaan yaitu sebesar 517 menit. Hasil perhitungan OEE menunjukkan nilai rata-rata OEE pada periode tersebut adalah 79,404%, dimana masih di bawah standar ideal 85% yang ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM). Jenis kerugian terbesar berasal dari reduce speed losses sebesar 11,271% dan set up and adjustment losses sebesar 5,971%, yang secara kumulatif menyumbang lebih dari 80% dari total kerugian. Analisis akar penyebab menggunakan diagram sebab-akibat menunjukkan faktor manusia, mesin, material, dan metode sebagai penyebab utama. Sebagai upaya perbaikan, usulan perbaikan diusulkan berupa penyediaan meja persiapan dies, crane untuk penanganan material coil, penempatan material di area mesin, pencantuman strokes per minute (SPM) pada work instruction, peningkatan jumlah preventive maintenance, dan pelatihan teknis bagi operator. Usulan tersebut diharapkan akan meningkatkan efektivitas mesin hingga memenuhi standar efektivitas oleh JIPM. }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/58979} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas mesin stamping Hikari 100T (MP 01) di PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses. Mesin ini merupakan mesin utama perusahaan yang berfungsi untuk melakukan proses blanking. Pada periode Oktober–Desember 2024, mesin tersebut mengalami machine break tertinggi di antara semua mesin yang dimiliki perusahaan yaitu sebesar 517 menit. Hasil perhitungan OEE menunjukkan nilai rata-rata OEE pada periode tersebut adalah 79,404%, dimana masih di bawah standar ideal 85% yang ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM). Jenis kerugian terbesar berasal dari reduce speed lossessebesar 11,271% dan set up and adjustment losses sebesar 5,971%, yang secara kumulatif menyumbang lebih dari 80% dari total kerugian. Analisis akar penyebab menggunakan diagram sebab-akibat menunjukkan faktor manusia, mesin, material, dan metode sebagai penyebab utama. Sebagai upaya perbaikan, usulan perbaikan diusulkan berupa penyediaan meja persiapan dies, crane untuk penanganan material coil, penempatan material di area mesin, pencantuman strokes per minute (SPM) pada work instruction, peningkatan jumlah preventive maintenance, dan pelatihan teknis bagi operator. Usulan tersebut diharapkan akan meningkatkan efektivitas mesin hingga memenuhi standar efektivitas oleh JIPM.
Last update:
Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik - Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH Tembalang Semarang 50239
Telp / Fax : (024) 7460052
Email : i_engineering@ymail.com