BibTex Citation Data :
@article{IEOJ49851, author = {Anggita Rizki Salsabila and Novie Susanto}, title = {PENYEIMBANGAN BEBAN KERJA OPERATOR MENGGUNAKAN METODE FULL TIME EQUIVALENT (FTE) SEBAGAI UPAYA PENURUNAN TINGKAT KELELAHAN KERJA DI PT SINAR MANDIRI TEKNOLOGI}, journal = {Industrial Engineering Online Journal}, volume = {14}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {absenteeism, full-time equivalent, work fatigue, workload}, abstract = { Abstrak PT Sinar Mandiri Teknologi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri suku cadang dan aksesori kendaraan. Data tingkat absensi pegawai di PT Sinar Mandiri Teknologi menunjukkan rata-rata presentase ketidakhadiran yang tergolong tinggi. Tingginya tingkat absenteeism pegawai dapat mengakibatkan menurunnya tingkat penjualan, meningkatnya overtime jika demand belum tercapai, hingga menimbulkan backorder yang akhirnya berdampak pada penurunan profit perusahaan. Hasil pra survei menunjukkan bahwa faktor kelehahan kerja menjadi penyebab signifikan tingkat absenteeism pegawai dengan tingkat kelelahan kerja yang dirasakan oleh seluruh responden sebesar 53%. Berdasarkan klasifikasi tingkat kelelahan kerja, sebanyak 13 responden membutuhkan tindakan perbaikan dan 1 responden membutuhkan tindakan perbaikan segera. Sebagai salah satu bentuk tindakan perbaikan untuk menghindari kelelahan kerja berkelanjutan, penelitian ini dilakukan untuk mengukur beban kerja agar pendistribusian beban kerja operator dapat dilakukan secara merata sehingga dapat mengurangi tingkat kelelahan kerja. Pengukuran beban kerja dilakukan dengan menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE). Hasil pengolahan data FTE menunjukkan bahwa 1 operator seal hood berada dalam kondisi beban kerja overload, 2 operator trim door dalam kondisi beban kerja normal, dan 2 operator weather strip dalam kondisi beban kerja underload. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan jumlah operator, perlu dilakukan penambahan operator menjadi 2 orang pada part model seal hood dan pengurangan operator menjadi 1 orang pada part model weather strip upper. Kata kunci: absenteeism, beban kerja, full time equivalent, kelelahan kerja Abstract PT Sinar Mandiri Teknologi is a company operating in the automotive spare parts and accessories industry. Employee attendance data at PT Sinar Mandiri Teknologi indicates a high average absenteeism rate. The high level of employee absenteeism can lead to decreased sales, increased overtime if demand is not met, and the occurrence of backorders, ultimately resulting in a decrease in company profits. Pre-survey results indicate that work fatigue is a significant factor contributing to the level of employee absenteeism, with a perceived work fatigue rate of 53% among all respondents. Based on the classification of work fatigue levels, 13 respondents require corrective actions, and 1 respondent requires immediate corrective action. As a form of corrective action to prevent ongoing work fatigue, this study measures workload to distribute operator workload evenly, thereby reducing levels of work fatigue. Workload measurement is conducted using the Full-Time Equivalent (FTE) method. The FTE data processing results indicate that one seal hood operator is experiencing workload overload, two trim door operators have a normal workload, and two weather strip operators have a workload underload. Based on the calculation of operator requirements, it is necessary to add two operators for the seal hood model part and reduce one operator for the weather strip upper model part. Keywords: absenteeism, full-time equivalent, work fatigue, workload }, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/49851} }
Refworks Citation Data :
Abstrak
PT Sinar Mandiri Teknologi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri suku cadang dan aksesori kendaraan. Data tingkat absensi pegawai di PT Sinar Mandiri Teknologi menunjukkan rata-rata presentase ketidakhadiran yang tergolong tinggi. Tingginya tingkat absenteeism pegawai dapat mengakibatkan menurunnya tingkat penjualan, meningkatnya overtime jika demand belum tercapai, hingga menimbulkan backorder yang akhirnya berdampak pada penurunan profit perusahaan. Hasil pra survei menunjukkan bahwa faktor kelehahan kerja menjadi penyebab signifikan tingkat absenteeism pegawai dengan tingkat kelelahan kerja yang dirasakan oleh seluruh responden sebesar 53%. Berdasarkan klasifikasi tingkat kelelahan kerja, sebanyak 13 responden membutuhkan tindakan perbaikan dan 1 responden membutuhkan tindakan perbaikan segera. Sebagai salah satu bentuk tindakan perbaikan untuk menghindari kelelahan kerja berkelanjutan, penelitian ini dilakukan untuk mengukur beban kerja agar pendistribusian beban kerja operator dapat dilakukan secara merata sehingga dapat mengurangi tingkat kelelahan kerja. Pengukuran beban kerja dilakukan dengan menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE). Hasil pengolahan data FTE menunjukkan bahwa 1 operator seal hood berada dalam kondisi beban kerja overload, 2 operator trim door dalam kondisi beban kerja normal, dan 2 operator weather strip dalam kondisi beban kerja underload. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan jumlah operator, perlu dilakukan penambahan operator menjadi 2 orang pada part model seal hood dan pengurangan operator menjadi 1 orang pada part model weather strip upper.
Kata kunci: absenteeism, beban kerja, full time equivalent, kelelahan kerja
Abstract
PT Sinar Mandiri Teknologi is a company operating in the automotive spare parts and accessories industry. Employee attendance data at PT Sinar Mandiri Teknologi indicates a high average absenteeism rate. The high level of employee absenteeism can lead to decreased sales, increased overtime if demand is not met, and the occurrence of backorders, ultimately resulting in a decrease in company profits. Pre-survey results indicate that work fatigue is a significant factor contributing to the level of employee absenteeism, with a perceived work fatigue rate of 53% among all respondents. Based on the classification of work fatigue levels, 13 respondents require corrective actions, and 1 respondent requires immediate corrective action. As a form of corrective action to prevent ongoing work fatigue, this study measures workload to distribute operator workload evenly, thereby reducing levels of work fatigue. Workload measurement is conducted using the Full-Time Equivalent (FTE) method. The FTE data processing results indicate that one seal hood operator is experiencing workload overload, two trim door operators have a normal workload, and two weather strip operators have a workload underload. Based on the calculation of operator requirements, it is necessary to add two operators for the seal hood model part and reduce one operator for the weather strip upper model part.
Keywords: absenteeism, full-time equivalent, work fatigue, workload
Last update:
Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik - Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedarto, SH Tembalang Semarang 50239
Telp / Fax : (024) 7460052
Email : i_engineering@ymail.com