ANALISIS GEOKIMIA FLUIDA UNTUK PENENTUAN POTENSI SUMBERDAYA PANASBUMI LAPANGAN ZW, KABUPATEN GARUT, PROVINSI JAWA BARAT

*Wirga Zulwidyatama  -  Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Daerah Lapangan panasbumi ZW terletak pada Provinsi Jawa Barat menunjukkan keadaan Geologi yang memungkinkan untuk terdapatnya sumberdaya panasbumi. Posisinya terletak pada jalur pegunungan api sehingga memungkinkan terbentuknya suatu sistem panasbumi. Pada daerah ini ditemukan manifestasi panasbumi berupa mataair panas dan fumarol. Kimia fluida di daerah panasbumi mengandung informasi penting mengenai kondisi reservoir, sehingga dilakukan anilisis kimia fluida untuk menentukan karakteristik geokimia dan potensi sumberdaya dari lapangan panasbumi ZW.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan analisis dari data kimia fluida panabumi. Hasil data diperoleh dari pengambilah 5 contoh air panas dari 12 manifestasi yang muncul disekitar lokasi penelitian. Contoh air panas yang diambil berasal dari mataair panas Cipayung, Citeduh, Cibeuning, Siun dan kawah Basah.

Berdasarkan hubungan rasio unsur kimia dan plotting pada diagram segitiga Giggenbach (Giggenbach, 1988) terhadap suatu sistem panasbumi, Berdasarkan analisis sifat fisik dan analisis geokimia maka Manifestasi Kawah Citeduh, Cipayung, kawah Basah dan Cibeuning berada pada zona upflow. Sedangkan Mataair Panas Siun berada pada zona outflow (Nicholson, 1993). Dalam pengeplotan diagram segitiga Giggenbach (Giggenbach, 1988)  juga menunjukkan informasi bahwa Mata air Citeduh merupakan mata air Sulphat, Mataair Siun merupakan air Bikarbonat. Sementara kawah Cipayung, Cibeuning dan Basah memiliki sampel yang encer sehingga analisis geoindikator tidak valid. Berdasarkan perhitungan Geothermometer Gas yang digunakan, temperatur reservoir panasbumi lapangan ZW adalah 246,6oC, Termasuk dalam sistem panasbumi berentalpi tinggi (Hochstein, 1990). Adapun potensi berdasarkan perhitungan panas yang hilang/heat loss secara Konveksi adalah 49,2 MWe. Sementara dari perhitungan dengan metode volumetrik adalah 625,5 MWe, memungkinkan untuk dilakukan eksplorasi lebih lanjut sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dan pemanfaatan langsung.

Keywords: geokimia, Heat loss, Geothermometer gas, mataair panas, potensi sumberdaya panasbumi, reservoir.

Article Metrics: