EVALUASI DESAIN TAHAP 1 DISPOSAL SWD 11 PIT 116 TAMBANG BATUBARA DISTRIK BAYA DESA SEPARI, KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR

*Roni Cahya Kusuma  -  Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Kegiatan eksploitasi batubara dengan sistem penambangan terbuka melakukan kegiatan pengambilan batubara dan batuan yang tidak digunakan seperti material overburden dan interburden. Kemudian, material yang tidak digunakan tersebut ditimbun kembali di disposal.  Pembuatan disposal harus dilakukan dengan baik, apabila tidak, akan timbul adanya tanah longsor yang akan mengganggu aktivitas eksploitasi batubara. Selain itu pembuatan disposal harus mencukupi target kapasitas  timbunan.

Penelitian tugas akhir ini bermaksud untuk menganalisis kestabilan lereng, mengevaluasi, dan melakukan perhitungan kapasitas desain awal dan desain baru (redesign) disposal SWD 11 yang terletak di site Baya, Kalimantan Timur. Metode yang dilakukan adalah penyelidikan langsung lapangan yang bersifat deskriptif  ke disposal  SWD 11 untuk mengetahui geometri lereng serta tipe longsoran dan kegiatan laboratorium untuk mengetahui bobot isi (g), kohesi (c) serta sudut geser (f) dalam timbunan tanah pada disposal NED 2 sebagai acuan. Analisis kestabilan lereng unuk menentukan nilai faktor keamanan dari lereng disposal. Metode analisis kestabilan lereng menggunakan metode Bishop simplified dan Janbu simplified. Analisis kestabilan dan permodelan lereng disposal  menggunakan bantuan perangkat lunak Slide 6.0 serta permodelan desain disposal menggunakan perangkat lunak AutoCad dan Minescape.

Berdasarkan hasil evaluasi desain awal disposal SWD 11 memiliki nilai faktor keamanan £ 1,2 sehingga termasuk kedalam kondisi tidak aman. Untuk menghasilkan nilai faktor keamanan ³ 1,2 perlu adanya konstruksi counter weight pada kaki lereng disposal, serta untuk mengoptimalkan kapasitas  disposal dilakukan penggeseran timbunan dan counter weight menjauhi kolam lumpur (sump) dan mengubah lereng tunggal timbunan disposal dari 37° menjadi 40°. Kapasitas  disposal SWD 11 mengalami peningkatan sebesar 1.016.342,3 ton atau setara dengan peningkatan 5% setelah dilakukan perubahan menjadi desain baru. Pengaruh parameter sifat fisik dan mekanik tanah yang mempengaruhi kestabilan lereng disposal SWD 11 antaralain unit weight (γ), kohesi (c), sudut geser dalam (f). Semakin besar nilai unit weight (γ) maka nilai faktor keamanan mengalami penurunan rata-rata 4,4%, semakin besar nilai kohesi (c) maka nilai faktor keamanan mengalami kenaikan rata-rata 8,4%, semakin besar sudut geser dalam (f) maka nilai faktor keamanan mengalami kenaikan rata-rata 15,3%.

Keywords: disposal SWD 11, kestabilan lereng, bishop simplified, janbu simplified, slide 6.0, minescape, counter weight

Article Metrics: