PENYELIDIKAN ZONA AKUIFER MENGGUNAKAN GEOLISTRIK METODE SCHLUMBERGER DI SEKITAR PANTAI UTARA KECAMATAN KRAMAT, SURADADI DAN WARUREJA KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH

*Dedi Setiono  -  Program Studi Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang
Henarno Pudjihardjo  -  Program Studi Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang
Wahju Krisna Hidajat  -  Program Studi Teknik Geologi Universitas Diponegoro, Semarang
Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Salah satu permasalahan yang sering terjadi di kecamatan Kramat, Suradadi, dan Warureja, Kabupaten Tegal adalah sulitnya masyarakat mendapatkan air bersih untuk kebutuhan industri maupun kebutuhan sehari-hari. Kesulitan tersebut disebabkan karena belum adanya data pendukung untuk dilakukannya pengeboran airtanah sehingga tentunya masyarakat merugi bila hasil pengeboran airtanah mereka belum kunjung menemukan sumber air bersih. Tujuan dari penelitian adalah menentukan zona akuifer, jenis akuifer dan arah aliran airtanah berdasarkan pemetaan hidrogeologi dan pengolahan data geolistrik metode Schlumberger.

Geolistrik merupakan metode geofisika yang digunakan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan berdasarkan variasi nilai resistivitas  jenis batuannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah geolistrik metode Schlumberger, dengan 16 titik pengukuran geolistrik yang tersebar di sekitar pantai utara Kabupaten Tegal. Proses pengolahan data dilakukan menggunakan software IPI2win untuk mengetahui nilai resistivitas sebenarnya beserta kedalamannya.

Hasil interpretasi litologi berdasarkan nilai resistivitas batuan, dapat dikelompokkan menjadi lempung air Asin (0,06-0,27 Ωm), lempung air Payau (0,4-0,99 Ωm), lempung air tawar (1,057-9,714 Ωm), lempung pasiran (10,18-19,87 Ωm), pasir (20,44-119,7 Ωm) dan gravel (≥ 124,3 Ωm). Litologi akuifer pada daerah penelitian berupa pasir yang memiliki sifat permeabilitas dan porositas yang baik. Hasil dari nilai resistivitas dibuat penampang geolistrik dan dikorelasikan untuk menentukan letak, dimensi dan jenis akuifer  yang terdapat pada daerah penelitian. Jenis akuifer yang terlihat dari hasil korelasi adalah akuifer bebas, akuifer bocor dan akuifer tertekan. Debit aliran airtanah pada akuifer tertekan pada wilayah penelitian ini adalah 4090,82 m3/hari. Nilai tersebut setara dengan 47,35 liter/detik atau setara dengan 1.493.149,3 m3/tahun.

Keywords: Resistivitas, Geolistrik metode Schlumberger, Jenis Akuifer, potensi airtanah

Article Metrics: