skip to main content

IDENTIFIKASI DAERAH PRIORITAS REHABILITASI LAHAN KRITIS KAWASAN HUTAN DENGAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS: KABUPATEN PATI)

Program Studi Teknik Geodesi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 31 Aug 2013.

Citation Format:
Abstract

Kerusakan Hutan masih menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Banjir bandang yang sering penambangan karst liar di kawasan hutan pegunungan Kendeng Utara sehingga hutan terdegradasi dan akan menadi lahan kritis. Faktor yang mempengaruhi terjadinya lahan kritis kawasan hutan  antara lain; kerapatan vegetasi, kelerengan hutan, erosi lahan dan manajemen hutan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran lahan kritis kawasan hutan dan berapa luas daerah prioritas rehabilitasinya. Pengolahan dilakukan dengan metode overlay tiap parameter; peta kelas vegetasi, peta kelas lereng, peta kelas erosi dan peta kelas manajemen. Pembuatan peta kelas kerapatan vegetasi dibuat dari klasifikasi NDVI citra Landsat 7 ETM+. Kemudian analisis tiap kecamatan, Kesatuan Pemangkuan Hutan, Bagian Hutan dan fungsi hutan dilakukan dengan overlay data vektor.

Berdasarkan hasil pengolahan data, kawasan hutan Kabupaten Pati didominasi oleh kriteria potensial kritis seluas 14.351,74 ha (62,67%) dari luas hutan di Kabupaten Pati. Kerusakan hutan tertinggi berada di kecamatan Margorejo dan Sukolilo. Lahan kritis paling banyak berada di kecamatan Margorejo 252,02 ha. Sedangkan lahan agak kritis paling banyak terdapat di kecamatan Sukolilo 1.492,22 ha.

Kata Kunci: Lahan kritis, Hutan, Kabupaten Pati

Fulltext View|Download
Funding: Geodesy Engineering

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.