skip to main content

ANALISIS FAKTOR AKSESBILITAS DAN LOKASI FASILITAS UMUM FASILITAS SOSIAL TERHADAP HARGA TANAH DI KELURAHAN CATURTUNGGAL, KABUPATEN SLEMAN

1Departemen Teknik Geodesi, Indonesia

2Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Kelurahan Caturtunggal merupakan daerah yang sangat kompleks dengan beragam aktivitasnya yang merupakan kawasan trans-sosial antara kawasan perkotaan dengan kawasan pedesaan. Dengan hal tersebut maka di kelurahan ini berkembang pesat berbagai komunitas, baik itu pedagang, pengusaha, para pebisnis, dan juga adanya mahasiswa yang beragam dari berbagai daerah yang mengeyam pendidikan di beberapa kampus di Caturtunggal. Berkembang pesatnya wilayah ini tentunya akan mempengaruhi peningkatan harga tanah di kawasan itu. Data harga tanah yang digunakan selama ini adalah data Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berbasis bidang tetapi sering pada sebagian lokasi tidak sesuai dengan harga tanah pasar wajar. Perhitungan harga tanah berbasis bidang berdasarkan harga tanah pasar wajar dapat dilakukan dengan membuat simulasi model matematis berdasarkan interpolasi data harga pasar wajar dengan menggunakan proses regresi linier berganda berdasarkan variabel jarak pusat bidang tanah terhadap aksesbilitas, lokasi fasilitas umum, dan fasilitas sosial. Data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah peta blok PBB dan NJOP Kelurahan Caturtunggal yang diperoleh dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman tahun 2019. Dari hasil identifikasi menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 14.995 bidang tanah. Berdasarkan Rumus Slovin jumlah bidang tanah untuk permodelan menggunakan sebanyak minimal 201 sampel harga tanah pasar wajar. Metode yang digunakan berupa uji statistik regresi linier berganda untuk menentukan variabel yang paling berpengaruh terdapat 4 model. Diperoleh model ke empat adalah model terbaik dengan jumlah variabel sebanyak 13 buah diperoleh rata-rata variabel yang berpengaruh terhadap harga tanah pasar wajar dari koefisien R square sebesar 21,3 %. Proses yang dilakukan untuk memvalidasi model digunakan Uji T, uji asumsi klasik, dan koefisien model regresi linier berganda. Sebagai perbandingan harga bahwa dengan permodelan menggunakan NJOP diperoleh harga prediksi tertinggi Rp2.356.418, dan harga prediksi terendah Rp444.635, sementara itu untuk harga pasar wajar diperoleh harga prediksi tertinggi Rp28.881.570, dan harga prediksi terendah Rp1.574.537.

Fulltext View|Download
Keywords: Caturtunggal, Harga Tanah Pasar Wajar, NJOP, Prediksi, Von Thunen

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.