skip to main content

EVALUASI PENERAPAN SISTEM SATU ARAH DI LINGKAR KEBUN RAYA BOGOR MENGGUNAKAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS DAN NETWORK ANALYST

Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Pemerintah Kota Bogor menerapkan kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) di Lingkar Kebun Raya Bogor (KRB) pada tahun 2016. Tujuan diberlakukannya SSA yaitu untuk kelancaran lalu lintas, mengatasi kemacetan, dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Kota Bogor. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan penelitian untuk menilai kemacetan, waktu tempuh, dan titik kecelakaan yang terjadi pasca diterapkannya SSA. Metode AHP (Analitycal Hierachy Process) dapat digunakan untuk melihat ruas jalur SSA dengan kemacetan tertinggi. Analisis jaringan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat membantu dalam menganalisis waktu tempuh dan rute perjalanan di jalur SSA untuk tahun 2015,2016, 2018, dan 2019. Pemetaan titik kecelakaan dapat mempermudah dalam melihat persebaran titik kecelakaan periode tahun 2017-2020. Hasil pengolahan AHP menunjukkan masih ditemukan titik kemacetan di jalur SSA, yaitu di Jl. Otto Iskandardinata. Waktu tempuh perjalanan menuju Pasar Anyar dan Lapangan Sempur bertambah ditahun 2019. Waktu tempuh menuju Pasar Anyar ditahun 2018 yaitu 4,3-4,8 menit, sedangkan ditahun 2019 menjadi 5,3-5,9 menit. Waktu tempuh menuju Lapangan Sempur ditahun 2018 yaitu 4,1-4,6 menit berubah ditahun 2019 menjadi 5,1-6,2 menit. Berdasarkan data kecelakaan tahun 2017-2020 di Jalur SSA, terjadi  peningkatan jumlah kejadian dan jumlah korban ditahun 2018 dan 2020. Berdasarkan nilai AEK dan BKA, Jl. Jalak Harupat 2 dan Jl. Otto Iskandardinata termasuk kedalam jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas dibandingkan dengan ruas jalan SSA lainnya. Rute perjalanan menuju Pasar Anyar dan Lapangan Sempur melewati satu ruas jalan yang rawan, yaitu Jl. Otto Iskandardinata.

 

Kata Kunci : AEK, AHP, BKA, SIG dan SSA

ABSTRACT

The Bogor City Government implemented a One-Way System (OWS) policy at the Bogor Botanical Gardens ring road in 2016. The aim of implementing the OWS is to accelerate traffic, overcome congestion, and reduce the number of traffic accidents in Bogor City. Based on this, research is needed to assess congestion, travel time, and the point of accidents that occur after the implementation of OWS. The AHP(Analitycal Hierachy Process) method can be used to see the OWS segment with the highest congestion. Network analysis in the Geographical Information System (GIS) can help in analyzing travel times and travel routes on the SSA route for 2015,2016, 2018, and 2019. Mapping of accident points can make it easier to see the distribution of accident points for the 2017-2020 period. The results of AHP processing show that congestion points are still found on the SSA route, namely on Jl. Otto Iskandardinata. The travel time  to Anyar Market and Sempur Field increased in 2019. The travel time to Anyar Market in 2018 was 4.3-4.8 minutes, while in 2019 it was 5.3-5.9 minutes. The travel time to Sempur Field in 2018 is 4.1-4.6 minutes, changing in 2019 to 5.1-6.2 minutes. Based on accident data for 2017-2020 on the SSA road, there has been an increase in the number of incidents and the number of victims in 2018 and 2020. Based on the EAN (Equivalent Accident Number) and UCL (Upper Control Limit) scores, Jl. Jalak Harupat 2 and Jl. Otto Iskandardinata is included in a road that is prone to traffic accidents compared to other SSA roads. The route to Anyar Market and Sempur Field passes through one vulnerable road section, namely Jl. Otto Iskandardinata.

Fulltext View|Download
Keywords: AEK, AHP, BKA, SIG dan SSA

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.