ANALISIS SPASIAL PERKEMBANGAN FISIK WILAYAH KABUPATEN KLATEN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PREDIKSINYA TAHUN 2025 DENGAN CA MARKOV MODEL

Benita Roseana, Sawitri Subiyanto, Bambang Sudarsono

Abstract


ABSTRAK

Konversi lahan yang terus meningkat mengancam pemenuhan kebutuhan pangan. Pengendalian laju perubahan penggunaan lahan sangat diperlukan agar keberlanjutan lingkungan dapat tetap terjaga. Salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutan tersebut adalah dengan mempelajari arah perkembangan fisik yang terjadi beberapa tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas dan pola perkembangan wilayah Kabupaten Klaten pada tahun 2006-2018, prediksi perkembangan fisik Kabupaten Klaten pada tahun 2025 dengan Cellular Automata Markov Model dan kesesuaiannya terhadap RTRW Kabupaten Klaten tahun 2011-2031, dan faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik wilayah Kabupaten Klaten berdasarkan regresi logistik. CA-Markov Model digunakan untuk memprediksi kondisi di waktu yang akan datang secara spasial. Regresi Logistik digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel independen yang terdiri dari jarak ke jalan, jarak ke hutan, jarak ke pusat kegiatan, jarak ke permukiman 2018, dan kepadatan penduduk per piksel. Perkembangan Kabupaten Klaten tahun 2025 diprediksi menggunakan CA-Markov. Kabupaten Klaten dalam kurun waktu dari tahun 2006 dan tahun 2010 mengalami perubahan luasan penggunaan lahan sebesar 4.090,683 Hektar, sedangkan kurun dari tahun 2010 dan tahun 2018 Kabupaten Klaten mengalami perubahan luasan penggunaan lahan sebesar 1.352,928 Hektar.  Kecamatan yang selalu mengalami perkembangan permukiman pada rentang waktu tahun 2006, 2010, dan 2018 ada delapan kecamatan, yaitu Kecamatan Delanggu, Kecamatan Jatinom, Kecamatan Kalikotes, Kecamatan Karanganom, Kecamatan Karangdowo, Kecamatan Klaten Tengah, Kecamatan Manisrenggo, dan Kecamatan Tulung. Kesesuaian hasil prediksi CA-Markov terhadap RTRW Kabupaten Klaten tahun 2011-2031, kelas penggunaan lahan permukiman, industri, sawah, perdagangan dan jasa, lahan kosong, badan air, dan penggunaan lainnya dikatakan sesuai 86,245% dan tidak sesuai sebesar 13,756%. Kecamatan yang paling sesuai dengan RTRW adalah Kecamatan Ngawen dengan kesesuaian sebesar 7,701%, sedangkan kecamatan yang paling tidak sesuai adalah Kecamatan Jatinom dengan ketidaksesuaian sebesar 17,224%. Hasil analisis regresi logistik dapat dikatakan bahwa variabel independen yang paling berpengaruh terhadap perkembangan wilayah Kabupaten Klaten tahun 2025 adalah jarak ke permukiman dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,0033, sedangkan variabel independen yang paling tidak berpengaruh terhadap perkembangan wilayah Kabupaten Klaten tahun 2025 adalah jarak ke hutan dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,00005953.

Kata Kunci : Cellular Automata Markov, Global Moran’s I, Kabupaten Klaten, Penggunaan Lahan, Regresi Logistik.

ABSTRACT

Land conversion that continues to increase threatens the fulfillment of food needs. Controlling the rate of change in land use is needed so that environmental sustainability can be maintained. One effort to maintain sustainability is to study the direction of physical development that occurred several years before. This study aims to determine the area and development patterns of Klaten Regency in 2006-2018, predictions of the physical development of Klaten Regency in 2025 with the Cellular Automata Markov Model and their suitability for the Klaten Regency RTRW in 2011-2031, and factors affecting the physical development of the Regency area. Klaten is based on logistic regression. CA-Markov Model is used to predict conditions in the future spatially. Logistic Regression is used to analyze the effect of independent variables consisting of distance to the road, distance to the forest, distance to the center of activity, distance to settlements 2018, and population density per pixel. The development of Klaten Regency in 2025 is predicted to use CA-Markov. Klaten Regency in the period of 2006 and 2010 experienced changes in the area of land use of 4,090,683 hectares. Meanwhile, the period from 2010 and 2018 in Klaten District experienced a change in the area of land use of 1,352,928 hectares. Subdistricts that have always experienced the development of settlements in the time span of 2006, 2010 and 2018 there are eight districts, called Delanggu District, Jatinom District, Kalikotes District, Karanganom District, Karangdowo District, Klaten Tengah District, Manisrenggo District, and Tulung District. The suitability of CA-Markov's prediction results of the Klaten District RTRW in 2011-2031, the class of residential land use, industry, rice fields, trade and services, vacant land, water bodies, and other uses is said to be 86.245% and not suitable for 13.756%. The most suitable district with RTRW is Ngawen District with a suitability of 7.701%. Whereas the most inappropriate sub-district is Jatinom sub-district with a mismatch of 17.224%. The logistic regression analysis results can be said that the most influential independent variable on the development of the Klaten Regency in 2025 is the distance to the settlement with a regression coefficient value of 0.0033. Whereas the independent variable that at least influenced the development of the Klaten Regency area in 2025 was the distance to the forest with a regression coefficient of -0.00005953.


Keywords


Cellular Automata Markov, Global Moran’s I, Kabupaten Klaten, Penggunaan Lahan, Regresi Logistik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats