PERHITUNGAN DEFORMASI GEMPA MALANG 16 NOVEMBER 2016 MENGGUNAKAN DATA CORS GNSS WILAYAH JAWA TIMUR

*MOHAMMAD YUSUP LUTFI  -  Teknik Geodesi Universitas Diponegoro, Indonesia
Moehammad Awaluddin  -  Teknik Geodesi Universitas Diponegoro, Indonesia
Bambang Sudarsono  -  Teknik Geodesi Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 3 Dec 2018; Published: 3 Dec 2018.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 44 73
Abstract
Pada tanggal 16 November 2016 telah terjadi Gempa Tektonik dengan magnitute  5,7  di Malang, Jawa Tmur. Menurut data USGS Gempa terjadi pukul 22:10:11 WIB. Lokasi episentrum gempa berada pada koordinat 9˚0’10.8” LS, 113˚14’42” BT, atau 127 kilometer arah tenggara Kabupaten Malang Jawa Timur dengan kedalaman gempa adalah 85 kilometer. Guncangan terasa hampir di seluruh wilayah Jawa Timur. Atas dasar tersebut dilakukan penelitian perhitungan deformasi gempa Malang 16 November 2016 dengan data CORS wilayah Jawa Timur bagian selatan untuk mengetahui arah vektor pergeseran akibat gempa.Penelitian ini menggunakan data pengamatan enam stasium CORS diantaranya CJEM, CLUM, CMLG, CNYU, CPES, dan CTUL dengan data pengamatan dari mulai Juli 2016 sampai dengan Maret 2017. Titik ikat yang digunakan adalah Titik IGS berjumlah enam diantaranya ALIC, BAKO, COCO, KARR, PIMO, dan PBRI. Pengolahan ini menggunakan scientific software GAMIT 10.6. Penelitian ini mengahasilkan nilai velocity rate  sebelum gempa, setelah gempa dan nilai akibat gempa beserta arah vektornya. Nilai velocity rate sebelum gempa rata – rata Vhor = 0,0344 ± 0,0090 m mengarah ke tenggara. Vektor kecepatan pergeseran horizontal setelah gempa rata – rata Vhor = 0,0474 ± 0,0088 m mengarah ke tenggara. Vektor pergeseran akibat gempa mengarah ke tenggara dengan nilai rata – rata dhor= 0,0039 ± 0,0053 m.
Keywords: CORS, Deformasi, IGS, Gempa , GAMIT

Article Metrics: