skip to main content

ANALISIS PERBANDINGAN KETELITIAN METODE REGISTRASI ANTARA METODE KOMBINASI DAN METODE TRAVERSE DENGAN MENGGUNAKAN TERRESTRIAL LASER SCANNER DALAM PEMODELAN OBJEK 3 DIMENSI

*Alfred Boni Son Simbolon  -  Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Bambang Darmo Yuwono  -  Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Fauzi Janu Amarrohman  -  Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

 

Pemodelan adalah suatu kegiatan untuk membentuk suatu objek dengan skala yang lebih kecil yang direpresentasikan dalam bentuk tiga dimensi. Perkembangan teknologi di bidang survei khususnya bidang pemodelan saat ini sudah berkembang dengan sangat pesat. Kehadiran Terrestrial Laser Scanner (TLS) memberikan solusi dalam pemodelan suatu objek. TLS biasanya digunakan untuk memodelkan suatu objek dengan bentuk yang rumit dan memerlukan ketelitian yang tinggi. Untuk membuat model tiga dimensi, perlu dilakukan penggabungan data dari beberapa hasil penyiaman, yang biasa disebut dengan registrasi.

Dalam penelitian ini, pemodelan salah satu ikon Kota Semarang yaitu Tugu Muda dilakukan dengan menggunakan menggunakan metode Terrestrial Laser Scanner. Proses akuisisi data dilakukan dengan menggunakan metode kombinasi dan metode traverse untuk registrasi yang kemudian dilakukan perbandingan terhadap hasil ketelitian metode-metode tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan GPS Geodetik untuk mengetahui koordinat yang dijadikan sebagai referensi dalam pembuatan jaring poligon dalam metode traverse. Penulis menggunakan TLS Topcon GLS-2000 sebagai alat untuk melakukan pemindaian objek. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software Scan Master untuk registrasi metode Traverse, Maptek I-Site Studio untuk metode kombinasi, dan Autodesk Remake untuk pemodelan. Model scan hasil registrasi kemudian dibandingkan jaraknya terhadap objek aslinya dengan menggunakan Total Station.

Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa model 3 dimensi Tugu Muda dalam bentuk point cloud yang kemudian dimodelkan menjadi objek yang solid. Besar RMS registrasi dari masing-masing metode adalah 0,037 m untuk metode kombinasi dan 0,076 untuk metode traverse. Sedangkan besar RMS dari hasil perbandingan jarak dengan Total Station adalah sebesar ±0,0051827 m untuk metode kombinasi dan sebesar ±0,0052574 m untuk metode traverse.

Fulltext View|Download
Keywords: Metode Kombinasi, Metode Traverse, Pemodelan 3D, Terrestrial Laser Scanner, Tugu Muda
Article Info
Section: Articles
Language : ID
Statistics:
Share:

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2021-09-19 04:54:05

No citation recorded.