ANALISIS TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KABUPATEN SAMPANG MENGGUNAKAN METODE OVERLAY DENGAN SCORING BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

*Kurnia Darmawan  -  Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Hani’ah Hani’ah  -  Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Andri Suprayogi  -  Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 31 Jan 2017; Published: 1 Feb 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 1799 1568
Abstract

ABSTRAK

 

Sampang merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura yang menjadi langganan banjir ketika musim penghujan. Selain faktor curah hujan yang tinggi, beberapa faktor lain seperti kemiringan lereng dan ketinggian lahan, jenis tanah dan penggunaan lahan serta kerapatan sungai digunakan sebagai parameter pada penelitian tingkat kerawanan banjir.

Penelitian ini menggunakan metode overlay dengan scoring antara parameter-parameter yang ada, dimana setiap parameter dilakukan proses scoring dengan pemberian bobot dan nilai yang sesuai dengan pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS 10.2.1. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat menjelaskan dan mempresentasikan objek daerah rawan banjir dalam bentuk digital.

Hasil yang diperoleh berupa peta rawan banjir dimana lokasi yang sangat rawan tersebar di hampir seluruh bagian selatan dengan rincian 359.266 km2 (29.3%) berkategori sangat rawan, 803.250 km2 (65.52%) cukup rawan, dan 63.497 km2 (5.18%) tidak rawan. Sementara itu, kemiringan lereng menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir. Selain memiliki bobot yang besar, sebaran kemiringan 0-8% di hampir seluruh wilayah bagian selatan mempunyai kategori sangat rawan akan bencana banjir. Hal ini disebabkan oleh wilayah yang cenderung datar dan rendah sehingga berpotensi menjadi tampungan air ketika hujan yang mengakibatkan terjadi banjir.

 

Kata Kunci : Banjir, Kabupaten Sampang, Overlay, Scoring, Sistem Informasi Geografis

 

ABSTRACT

 

Sampang is one of regency in Madura which always flood when rain. Beside the rainfall was too high, other factors likes slope and elevation of land, soil type and land use, and the last is density of river used as a parameter to study the vulnerability of flood.

This research used overlay method with scoring between the existing parameters, each parameters is done by assigning weights scoring process and the value associated with each classification then be overlaid using ArcGIS software 10.2.1. This software use Geographic Information Systems (GIS) to explain and present the object of flood-prone areas in digital form.

The results is a map of flood-prone areas that spread throughout the southern part with details of 359.266 km2 (29.3%) which very vulnerable category, 803.250 km2 (65.52%) was quite vulnerable, and 63.497 km2 (5.18%) was not vulnerable. Beside that, slope is the main factor causing flood. In addition to larger given weight, slope with 0-8% were spread in most part of southern region wich has extreme prone category to floods. This situation caused by region tend to be flat and low that it could potentially be a bin of water when it rains so that it can make flood.

 

Keywords: Flood, Geographic Information System, Overlay, Sampang Regency, Scoring.

Keywords: Banjir, Kabupaten Sampang, Overlay, Scoring, Sistem Informasi Geografis

Article Metrics: