skip to main content

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PEMETAAN INVENTARIS ASET TANAH DAN BANGUNAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DIREKTORAT JENDRAL SUMBER DAYA AIR BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI BENGAWAN SOLO (Studi Kasus : Kabupaten Wonogiri)

Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

 

            Kabupaten Wonogiri, secara geografis berlokasi di bagian tenggara Provinsi Jawa Tengah. Bendungan Gajah Mungkur adalah salah satu ikon Kabupaten Wonogiri yang berada dalam tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Bukan hanya Bendungan Gajah Mungkur, kantor-kantor pendukung, gudang alat berat, aset tanah dan bangunan lainnya yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Wonogiri perlu dipetakan keberadaan lokasi dan kondisinya.

            Inventarisasi aset tanah dan bangunan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo ini dapat dilakukan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Sistem Informasi Geografis merupakan terobosan pemetaan modern. Dengan perkembangan teknologi pemetaan dan teknologi komputer/informatika memungkinkan dibuat sistem informasi persebaran aset tanah dan bangunan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dengan basis SIG.

            Dari hasil penelitian dapat diketahui persebaran lokasi aset terdapat pada 5 (lima) kecamatan yang berbeda. Aset tanah dan bangunan yang tersebar tersebut kondisinya dikategorikan dalam 3 (tiga) golongan yaitu baik, rusak ringan dan rusak berat. Sistem informasi Geografis memliki peranan yang penting untuk inventarisasi aset BBWSBS khususnya di Kabupaten Wonogiri dalam menampilkan peta lokasi persebaran aset tanah dan bangunan karena akan mempermudah dalam melakukan analisa kondisi aset dan monitoring.

           

Kata Kunci : Aset, Bendungan Gajah Mungkur, Inventarisasi, Sistem Informasi Geografis, Monitoring

 

ABSTRACT

 

         Wonogiri District, geographically located in the southeast part of Central Java, had Gajah Mungkur DAM well-known as one of notable icons which was being responsible by Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) under Kementrian Pekerjaan Umum and Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Not only does Gajah Mungkur DAM, the locations and conditions of supported offices, heavy equipment warehouses, field assets, and other buildings are also needed to be mapped.

            Inventory of field and building assets of Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo can be conducted by Geographic Information System (GIS). By sophistication of mapping and information technologies, GIS appears as a modern mapping system which is enable to create the distribution of information system.

            According to the result, it was known that the distribution of asset location was divided into five districts. Those distributed field and building were categorized into three types; proper, slight broken, and weight broken. GIS has an important roles in order to invest the BBWSBS asset particularly in Wonogiri District. It is related to display the location map of field assets distribution in order to easily analyze the condition of monitoring and asset.

 

Keywords: Asset, Gajah Mungkur DAM, Inventory, Geographic Information System, Monitoring

Fulltext View|Download
Keywords: Aset, Bendungan Gajah Mungkur, Inventarisasi, Sistem Informasi Geografis, Monitoring

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.