skip to main content

ANALISIS SEBARAN KAWASAN POTENSIAL PANAS BUMI GUNUNG SALAK DENGAN SUHU PERMUKAAN, INDEKS VEGETASI DAN GEOMORFOLOGI

Program Studi Teknik Geodesi Fakultas Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Indonesia terletak pada tiga pertemuan lempeng tektonik yang memberikan kontribusi dalam ketersediaan energi panas bumi. Langkah awal kegiatan eksplorasi potensi panas bumi yaitu dengan kajian karakteristik daerah potensi panas bumi. Dalam hal ini kajian karakteristik potensial panas bumi akan dilakukan pada kawasan Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat.

Pada penelitian ini data yang digunakan adalah citra LANDSAT 8 dan GDEM Aster. GDEM Aster digunakan untuk analisis kelurusan dan morfologi wilayah penelitian dengan efek shading cahaya matahari untuk memberikan efek gelap pada morfologi seperti gunung, tebing yang membentuk pola kelurusan struktur. Karena daerah yang memiliki banyak kelurusan merupakan daerah zona lemah dimana pada daerah ini dapat menjadi jalan air menuju permukaan yang menjadi sumber panas di permukaan dari sistem panas bumi yang ada. Dalam penelitian ini kelurusan ditemukan pada morfologi kerucut gunung api. Sedangkan citra LANDSAT 8 digunakan untuk analisis distribusi temperatur permukaan (kanal termal) dan indeks vegetasi dengan metode NDVI (kanal gelombang infamerah). Dilakukan komparasi antara NDVI dan suhu permukaan untuk membedakan nilai temperatur permukaan yang berasal dari aktifitas vulkanik terhadap aktifitas manusia.

Hasil dari suhu permukaan menunjukan suhu terendah pada rentang kelas 1 yaitu 6oC sampai 11oC dan suhu tertinggi pada rentang kelas 6 yaitu >35oC Sedangkan untuk hasil dari indeks vegetasi dengan metode NDVI didapatkan hasil nilai terendah pada rentang kelas 1 yaitu 0,09 sampai 0,22 dan tertinggi pada rentang kelas 4 yaitu > 0,48. Dalam penelitian ini dilakukan analisis statistik dengan metode regresi linear untuk mengetahui hubungan antara suhu permukaan dan NDVI. Berdasarkan hasil regresi menunjukan adanya pengaruh antara suhu permukaan dan NDVI dengan ditunjukannya hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0,529 atau 52,9%, dan nilai korelasi sebesar -0,727 yang termasuk ke dalam korelasi kuat dengan tanda negatif (-) menunjukan hubungan antara kedua variabel suhu permukaan dan indeks vegetasi berkebalikan arah.

Kata Kunci : GDEM Aster, Kelurusan, LANDSAT 8, NDVI, Suhu Permukaan

  

ABSTRACT

Indonesia is located on the intersection of three tectonic plates which contributes to the availability of geothermal energy. Studying characteristics of geothermal potential areas is the first step in the geothermal exploration. Studying the characteristics of geothermal potential conducted at Mount Salak, Sukabumi, West Java.

The study was conducted using LANDSAT 8 and GDEM Aster. GDEM Aster used to analyze lineament and geomorphology. The Pattern of lineaments structure is caused by the shadow effect of sunlight that cause the dark effect on geomorphology such as mountain, and cliff. The area has a lot of lineament is weak zone. So, The weak zone could be the way out water flow onto the surface. The water flow out is Colled geothermal manifestations. In this study, lineament was found in the morphology of volcanic cones. LANDSAT 8 used to analyze of surface temperature distribution (thermal channel) and vegetation index. The Vegetation Index used NDVI method (infrared wavelength channel).

The results of surface temperature indicated that the lowest temperature is in range of class 1, which is 60C to 110C, and the highest temperature is in the range of class 6, which is >350C. While the results of vegetation index indicated that the lowest value is in the range of class 1, which is 0.09 to 0.22, and the highest value is in class 4, which is > 0.48. The Statistical analysis conducted using the linear regression method. This method conducted to determine the relationship between surface temperature and NDVI.  The results of linear regression indicated the infulence of surface temperature and NDVI. The influence of both is showed by the determination coefficient (R2) of 0.529 or 52.9%. So, the correlation value of -0.727 indicated strong correlation.  The negative sign (-) of correlation value showed the opposite direction relationship between the two variables (surface temperature and vegetation index).

Keywords :, GDEM Aster, LANDSAT 8, Lineament, NDVI, Surface Temperature

 

*) Penulis PenanggungJawab
Fulltext View|Download
Keywords: GDEM Aster, Kelurusan, LANDSAT 8, NDVI, Suhu Permukaan

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.