Expressions of Social Criticism in “Sentilan Sentilun” Talk Show

Ni Luh Putu DA Astika

Abstract


Skripsi berjudul “Expressions of Social Criticisms in ‘Sentilan Sentilun’ Talk Show” ini bertujuan menjelaskan pelanggaran maksim apa saja yang ditemukan dalam sebuah acara televisi berjudul “Sentilan Sentilun”, jenis implikatur yang digunakan untuk menyampaikan kritik sosial, dan kritik sosial yang disampaikan oleh para penutur dalam acara tersebut. Teori yang digunakan adalah teori implikatur dan prinsip kerjasama Grice (dalam Levinson, 1983). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif karena data yang digunakan berupa kata dan hasilnya berupa data tertulis. Metode kuantitatif juga digunakan dalam penelitian ini untuk menghitung ujaran-ujaran yang mengandung kritik sosial dan membuat persentase dari pelanggaran maksim. Data yang menjadi objek penelitian ini adalah acara televisi “Sentilan Sentilun” dari episode 7 Juli 2014 sampai episode 27 Oktober 2014. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik simak bebas libat cakap, unduh, dan teknik catat. Dalam menganalisa data, saya menggunakan metode padan pragmatik dan metode reflektif-introspektif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa ada 4 pelanggaran maksim yang ditemukan dalam acara televisi “Sentilan Sentilun”, yaitu pelanggaran terhadap maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan. Implikatur dalam acara ini merupakan particularized conversational implicatures dan pendengar membutuhkan pengetahuan yang sama dengan penutur untuk memahami kritik sosial yang disampaikan. Kritik sosial yang ditemukan dalam penelitian ini merupakan kritik terhadap pemerintah Indonesia terkait beberapa kasus yang terjadi di Indonesia, yaitu korupsi, penyuapan, dan kemiskinan.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.