MOOD STRUCTURE ON THE CLAUSES IN THE BANNER OF LEGISLATIVE CANDIDATE IN LEGISLATIVE ELECTION 2014

Mustika Br Peranginangin

Abstract


Bahasa merupakan suatu alat yang penting dalam berkomunikasi. Bahasa memiliki peran yang penting dalam berinteraksi dengan sesama. Bahasa bisa digunakan untuk menyampaikan informasi dan pesan serta mengekspresikan perasaan. Pesan ataupun informasi tersebut bisa disampaikan secara lisan maupun tulisan, misalnya dalam banner atau dalam kampanye. Dalam penelitian ini, penulisĀ  meneliti Mood Sytem yang terdapat dalam banner Calon Legislatif 2014. Penulis ingin mengetahui bagaimana para Calon Legislatif mengekspresikan sikap serta pendapat mereka sebagai pembicara dan bagaimana mereka menempatkan posisi mereka dalam menyampaikan pesan, gagasan atau tujuan kepada masyrakat melalui Mood Structure. Penelitian ini menggunakan Metode Deskriptif Kualitatif serta Metode Padan dan Metode Agih dalam menganalisa data. Adapun teori yang digunakan yaitu Teori Functional Grammar oleh Gerrot dan Wignell. Dari 10 data Calon Legislatif, penulis menemukan 60% klausa yang merupakan Declarative Mood serta 40% klausa Imperative Mood. Selain itu, Residue yang terdapat dalam klausa tersebut beragam. Dalam banner tesebut, para calon legisaltif berusaha mencari simpati masyrakat agar mendukung mereka di Pemilihan Calon Legislatif 2014.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.