IDENTIFYING ILLOCUTIONARY FORCE OF THE HOST’S SPEECH ACT IN MATA NAJWA TALK SHOW ( Kuasa Gono Gini June 6th, 2012 Chapter )

Stephani Widhi Kristanti

Abstract


Bahasa merupakan piranti penting dalam berkomunikasi. Piranti dalam berkomunikasi tidak hanya berupa kata- kata namun juga berupa frasa atau kalimat yang bisa mengekpresikam suatu tindakan (performatif). Setiap ujaran yang dihasilkan oleh penutur memiliki makna dan tujuan tertentu. Makna dan tujuan tersebut bisa disampaikan secara langsung atau tidak langsung. Oleh karena itu, mitra tutur diharapkan memiliki pemahaman yang sama dengan penutur sehingga makna dibalik ujaran penutur dapat diketahui. Selain memiliki pemahaman yang sama dengan penutur, mitra tutur juga perlu memperhatikan konteks yang ada. Terkadang penutur mengekspresikan apa yang ada dalam pikirannya melalui tindakan, hal ini disebut tindak tutur (speech act) atau lebih spesifik disebut tindak ilokusi (illocutionary acts). Dalam tesis ini, penulis tertarik mengamati bahasa lisan khususnya percakapan pada acara televisi. Adapun objek yang dikaji adalah ujaran Najwa Shihab dalam program Mata Najwa tanggal 6 Juni 2012 episode “Kuasa Gono Gini”. Penulis fokus untuk menganalisa jenis tindak ilokusi yang dipakai oleh presenter untuk menanggapi ujaran bintang tamu dan sebagai strategi untuk mewancarai narasumber. Penelitian ini merupakan penilitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penulis menggunakan teknik total sampling untuk mengambil 76 ujaran dalam dialog Mata Najwa sebagai data penelitian. Metode Simak Bebas Libat Cakap dalam teori Sudaryanto digunakan untuk pengambilan data. Selanjutnya, penulis menggunakan metode padan dan metode pragmatis untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dialog Mata Najwa, presenter menggunakan tiga jenis tindak tutur dalam ujarannya untuk menanggapi ujaran bintang tamu; directive, representative, dan expressive. Setiap jenis tindak tutur tersebut memiliki tekanan ilokusi yang berbeda- beda. Tindak ilokusi directive memiliki tekanan ilokusi untuk menanyakan pertanyaan, meminta klarifikasi, serta meminta persetujuan. Sedangkan tindak representative memiliki tekanan ilokusi untuk menuduh, menyangkal, dan menegaskan kembali. Tindak ilokusi expressive memiliki tekanan ilokusi untuk mengekspresikan pemahaman. Kata kunci: ujaran dan tindak tutur

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.