AN ANALYSIS OF EXCHANGE AND ILLOCUTIONARY ACTS IN THE APA KABAR AMERIKA DIALOGUE ON TV ONE (CAMPAIGN RETAIL EAT, PRAY, LOVE AUGUST 22nd, 2010 CHAPTER)

Made Aty Winda Maharani

Abstract


Dalam dialog televisi, setiap ujaran yang diucapkan oleh pembawa acara dan narasumber memiliki fungsi dan tujuan tertentu. Berdasarkan alasan itu, penulis tertarik untuk menganalisis bagaimana bentuk tindak ilokusi yang diucapkan oleh pembawa acara dan narasumber agar dapat menyampaikan pesan dalam dialog secara tepat. Penulis memilih dialog Apa Kabar Amerika, Kampanye Retail Eat, Pray, Love 22 Agustus 2010, produksi TV One untuk di analisis. Penulis berfokus kepada analisis exchange, move, klasifikasi serta jenis tindak ilokusi, dan fungsi pada setiap ujaran. Penulis menggunakan teori tindak ilokusi (illocutionary act) dari George Yule serta teori analisis wacana (discourse analysis) dari Michael McCharty untuk menganalisis permasalahan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diambil dengan teknik total sampling yang terdiri dari 93 ujaran dalam dialog Apa Kabar Amerika. Penulis menggunakan teori Sudaryanto yaitu metode Simak Bebas Libat Cakap untuk pengambilan data. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode padan dan metode pragmatis. Selain itu, penulis juga mengaplikasikan konsep interpretasi meaning dari Griffiths. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dialog telvisi Apa Kabar Amerika ditemukan tindak ilokusi. Dari 93 ujaran, penulis dapat menganalisis 20 exchanges, 20 moves and 133 acts. Terdapat keterhubungan antara exchange satu dengan yang lainnya. Ujaran yang diucapkan oleh kedua pembawa acara dan narasumber merepresentasikan tindak ilokusi representatives, directives, commissives, dan expressives. Tindak ilokusi tersebut disampaikan secara direct dan indirect. Penulis tidak menemukan adanya penggunaan tindak ilokusi declarations, karena tidak ada ucapan yang berfungsi untuk mengubah status seseorang. Dialog tersebut disampaikan dengan gaya bicara yang santai tetapi pesan dari dialog tetap dapat dipahami oleh penonton.

Full Text:

FULL TEXT. PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.