Code Switching in Utterances of Korean Multilingual Child (A Case Study of AKorean Multilingual Child Who Lives in Semarang)

Published: .
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Saatiniakanlebihbaikapabilaseseorangmemilikikemampuan multi bahasa (multilingual)sebagaialatkomunikasidalamberbagaisituasi. Ditemukan  diSeamrang, para imigranakanmembutuhkankemampuanberbahasa Indonesia untukberkomunikasidengan orang lokal. Salah satufaktabahasaterjadipadaseoranganaklaki-laki yang berasaldarikeluargawarganegara Korea yang sudah lama hidup di Indonesia.Menjalanikehidupan di Indonesia dalamwaktu yang cukup lama membuatanaktersebutmemilikikemampuanbahasa yang cukupberagamsepertibahasa Korea, Indonesia, Inggris, danbahkanbahasaJawa.Sudahpastianaktersebutmelakukanalihkode (code switching) dalampercakapansehari-harinya.Berdasarkanperistiwabahasatersebutpenelititertarikuntukmengamatidanmengidentifikasialihkode yang terjadidalampercakapananaktersebut.Tujuandaripenelitianiniadalahuntukmengidentifikasijenisalihkodedan juga faktorpenyebab yang mempengaruhialihkode yang dilakukanolehanaktersebut.Penelitimenggunakanmetodesimakdan juga metodecakapuntukmengumpulkan data.Data yang dianalisisadalahpercakapananaktersebut yang mengandungunsuralihkode.PenelitimenggunakanteoridariSudaryantoyaitumetodepadanuntukmenganalisis data. Dari hasilanalisis yang dilakukan, penelitimenemukanbahwaadabeberapajenisalihkode yang ditemukanyaitudelapan (11) situationalcode witchingdantiga (3) intra-sentential code switching.Sedangkanfaktor-faktorpenyebabalihkode yang di temukandalampercakapananaktersebutadalahparticipantsdansetting. Faktorterbanyak yang mempengaruhiadalahfaktorparticipantkarenaditemukan di semua data denganfaktortersebut

Article Metrics: