skip to main content

MAKNA PERNIKAHAN SIRRI PADA PRIA DEWASA AWAL

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 16 Oct 2013.

Citation Format:
Abstract

Makna pernikahan adalah proses bagaimana individu memandang realitas pernikahan yang dilihat dan dialaminya. Dalam hal ini yaitu individu yang melakukan pernikahan sirri. Nikah sirri masih menjadi fenomena sosial yang cukup marak dalam masyarakat Indonesia. Berkembangnya fenomena nikah sirri merupakan sebuah bentuk disharmoni dalam masyarakat. Tidak hanya mengenai hukum pernikahannya tetapi juga dampak dari suatu pernikahan sirri. Sedangkan pernikahan sendiri sesungguhnya adalah sesuatu yang sangat sakral dan bersifat abadi. Harus sah baik secara agama dan hukum yang berlaku. Serta dilandasi kesadaran penuh dan kasih sayang antara suami istri. Salah satu tujuan pernikahan adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal selama-lamanya. Tujuan tersebut dapat dicapai salah satunya melalui bagaimana pemaknaan terhadap pernikahan itu sendiri. Maka dari permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami makna pernikahan bagi pria yang melakukan pernikahan secara sirri.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek penelitian adalah tiga orang pria dewasa awal yang menikah secara sirri di DIY. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan pedoman umum wawancara dan observasi, serta menggunakan perekaman wawancara sebagai alat pengumpulan data. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknis analisis data kualitatif.

Hasil penelitian ditemukan bahwa sikap denial dan pemahaman agama yang kurang menjadi dasar individu melakukan pernikahan sirri yang tidak sesuai dengan syarat sah pernikahan. Kehidupan setelah menikah sirri ternyata tidak sesuai dengan yang individu harapkan karena menimbulkan banyak masalah. Kehidupan setelah menikah sirri menimbulkan perasaan hampa dan ingin melakukan pernikahan secara resmi agar tercapai kebahagiaan dalam kehidupan pernikahan.

Fulltext View|Download
Keywords: Nikah sirri, makna pernikahan, pria dewasa awal

Article Metrics:

  1. Al-Azizy,T. 2010. Jangan Sirri-kan Nikahmu. Jakarta : Himmah Media
  2. Alsa, Asmadi. 2007. Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif Serta Kombinasinya Dalam Penelitian Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
  3. Alwisol. 2004. Psikologi Kepribadian. Malang : UMM Press
  4. Arifin, Syamsul. 2010. Nikah Kok Diam-Diam. Jawa Pos, Jumat, 19 Februari 2010
  5. Asa, N.F. 2010. “Kriminalisasi untuk Praktik Kawin sirri” http://kotasantri.com/pdf/pelangi/jurnal/2010/02/20/kriminalisasiuntuk-praktek-kawin-sirri, diakses pada tanggal 21 Maret 2010
  6. Bisyri, Hasan. 2004. Problematika Nikah Sirri Dalam Negara Hukum Jurnal Hukum Islam, 2, 1
  7. Boeree, George. 2008. General Psychology : Psikologi Kepribadian, Persepsi, Kognisi, Emosi & Perilaku. Yogyakarta : Prismashopie
  8. Bungin, Burhan. 2008. Penelitian Kualitatif : Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta : Kencana Predia Media Group
  9. Bungin, Burhan. 2001. Metodologi Penelitian Sosial Format-format Kuantitatif dan Kualitatif. Surabaya : Airlangga University Press
  10. Burhanuddin S. 2010. Nikah Siri:Menjawab Semua Pertanyaan tentang Nikah Siri. Yogyakarta : Pustaka Yustisia
  11. Creswell, J.W. Research Design : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
  12. Dariyo, A. 2003. Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta : Grasindo
  13. Estreberg, Kristin. 2002. Qualitative Methods in Social Research. New York : Mc Graw Hill
  14. Faridh, Miftah. 1999. 150 Masalah Nikah Keluarga. Jakarta : Gema Insani
  15. Furchan, Ali. 1992. Pengantar Metoda Penelitian Kualitatif : Suatu Pendekatan Fenomenologis Terhadap Ilmu-Ilmu Sosial. Surabaya : Penerbit Usaha Nasional
  16. Gunarsa, Singgih. 2009. Asas-asas Psikologi Keluarga Idaman. Jakarta : Gunung Mulia
  17. Kahija, H.F.L. 2006. Pengenalan dan Penyusunan Proposal/Skripsi Penelitian Fenomenologis (Versi Bahasa Informal). Seri Metodologi Penelitian Kualitatif Psikologi UNDIP
  18. Malik, Imam. 2006. Al-Muwaththa’Imam Malik. Jakarta : Pustaka Azzam
  19. Mappiare, Andi. 1999. Psikologi Orang Dewasa. Yogyakarta : Penerbit ANDI
  20. Mardani. 2011. Hukum Perkawinan Islam di Dunia Islam Modern. Yogyakarta : Graha Ilmu
  21. Monks, F.J., Knoers, A.M.P., Haditono, Siti. Rahayu. 2002. Psikologi Perkembangan : Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta : Gajah Mada University Press
  22. Moleong, L. J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
  23. Mu’aly, A.B. 2011. Panduan Nikah Sirri dan Akad Nikah. Surabaya : Quntum Media
  24. Nasution, S. 1996. Metodologi Penelitian Naturalistik-Kualitatif. Bandung: Tarsito
  25. Nietzel, dkk. 1998. Abnormal Psychology. Boston : Allyn dan Bacon, Inc
  26. Noor, I.R. (2009, 5 Januari). Nikah Siri, Mau Bersembunyi dari Apa?. Wanita Indonesia. 994, 8
  27. Nurhaedi, Daedi. 2003. Nikah di Bawah Tangan: Praktik Nikah Sirri Mahasiswa Jogja. Yogyakarta : Saujana
  28. Poerwandari, K. 2001. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3)
  29. Prastowo, Andi. 2010. Menguasai Teknik-Teknik Koleksi Data Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Diva Press
  30. Qaimi, Ali. 2009. Pernikahan, Masalah dan Solusinya. Jakarta : Cahaya
  31. Ramulyo, M.I. 2006. Hukum Perkawinan, Hukum Kewarisan, Hukum Acara Peradilan Agama dan Zakat Menurut Hukum Islam. Jakarta : Sinar Grafika
  32. Rapar, J.H. 1996. Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Penerbit Kanisius
  33. Sadarjoen, S.S. 2005. Konflik Marital. Jakarta : Penerbit Buku Kompas
  34. Santrock, J.W. 2002. Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Jilid 2. Jakarta : Erlangga
  35. Sarwono, S.W. 2005. Teori-teori Psikologi Sosial. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
  36. Setiawati, Effi. 2005. Nikah Sirri Tersesat di Jalan yang Benar?. Bandung: Eja Insani
  37. Sobur, Alex. 2009. Psikologi Umum : Dalam Lintasan Sejarah. Bandung : Pustaka Setia
  38. Sugiyono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta
  39. Susanto, Happy. 2007. Nikah Siri Apa Untungnya?. Jakarta : Visimedia
  40. Suwandi dan Basrowi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta : Rineka Cipta
  41. Walgito, Bimo. 2004. Bimbingan dan Konseling Perkawinan. Yogyakarta : Penerbit ANDI
  42. Yash. 2003. Transeksualisme, Sebuah Studi Kasus Perkembangan Transeksual Perempuan ke Laki-laki. Semarang : Penerbit AINI

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.