skip to main content

PENGARUH WORK LIFE BALANCE TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA WANITA PEKERJA DI KOTA PONTIANAK

Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Indonesia

Received: 18 Mar 2026; Published: 27 Oct 2026.

Citation Format:
Abstract
Meningkatnya partisipasi wanita dalam dunia kerja, diiringi peran ganda sebagai pekerja, istri, dan ibu, menuntut kemampuan menyeimbangkan tuntutan profesional dan kehidupan pribadi. Ketidakseimbangan kedua peran tersebut berpotensi memicu konflik peran, stres, kelelahan emosional, dan menurunkan kesejahteraan psikologis (psychological well-being). Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh work-life balance terhadap psychological well-being pada wanita pekerja yang sudah menikah di Kota Pontianak. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, data dikumpulkan dari 120 responden melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala work-life balance dan skala psychological well-being dianalisis dengan regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh signifikan terhadap psychological well-being, dengan koefisien korelasi r = 0,998, F = 26.565,414, dan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi R² = 0,996 mengindikasikan bahwa work-life balance memberikan kontribusi sebesar 99,6% terhadap psychological well-being, sementara 0,4% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, semakin tinggi tingkat kesejahteraan psikologis yang dirasakan wanita pekerja

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Research Instrument
Lampiran
Subject
Type Research Instrument
  Download (6MB)    Indexing metadata
 CTA
COPYRIGHT TRANSFER AGREEMENT
Subject
Type CTA
  Download (711KB)    Indexing metadata
Email colleagues
Keywords: Psychological Well Being; Wanita Pekerja; Work-Life Balance;

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Articles
Language : ID
  1. Azwar, S. (2017). Metode Penelitian Edisi II. Dalam Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  2. Azwar, S. (2022). Reliabilitas dan validitas: Edisi 4. Pustaka Pelajar
  3. Brough, P., O’Driscoll, M. P., & Kalliath, T. (2014). The ability to work-to-life balance: Empirical testing of a theoretical model. Journal of Management & Organization, 20(4), 414–432
  4. Dewi, R. R., Purwaningrum, E. K., & Mariskha, S. E. (2023). Pengaruh work-life balance terhadap psychologicall wellbeing wanita yang bekerja. MOTIVASI JURNAL MAHASISWA PSIKOLOGI, 9(1), 53–57
  5. Dini S, F. A. (2020). Pengaruh Kebutuhan Aktualisasi Diri Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pengelola Mall Daya Grand Square Makassar (Pt Makassar Rezky Cemerlang). Universitas Hasanuddin
  6. Greenhaus, J. H., & Allen, T. D. (2011). Work–family balance: A review and extension of the literature
  7. Greenhaus, J. H., Collins, K. M., & Shaw, J. D. (2003). The relation between work–family balance and quality of life. Journal of Vocational Behavior, 63(3), 510–531. https://doi.org/10.1016/S0001-8791(02)00042-8
  8. Hamali, A. Y. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia. Prenadamedia Group
  9. Lockwood, N. R. (2003). Work/life balance: Challenges and solutions. Benefits Quarterly, 19(4), 94
  10. Marx, K. (2024). Economic-Philosophic Manuscripts (Vol. 1). Marchen
  11. Maryatmi, A. S. (2021). Well-being di dunia kerja. Banyumas: CV. Pena Persada
  12. Mecca, F. A., Pratiwi, R. A., & Novitasya, S. (2024). Hubungan religiusitas dengan psychological well-being. Jurnal Ilmiah Psikologi dan Kesehatan Masyarakat, 2(2), 136–155
  13. Oktarina, L. P., Wijaya, M., & Demartoto, A. (2015). Pemaknaan Perkawinan (Studi Kasus Pada Perempuan Lajang Yang Bekerjadi Kecamatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri). Jurnal Analisa Sosiologi, 4(1)
  14. Pedhu, Y. (2022). Kesejahteraan psikologis dalam hidup membiara. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 10(1), 65–78
  15. Periantalo, J. (2016). Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi. Pustaka Pelajar
  16. Petranto, I. (2005). It takes only one to stop the tango (menyelamatkan perkawinan seorang diri). Kawan Pustaka
  17. Rahama, K., & Izzati, U. A. (2021). Hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada karyawan. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 8(7), 94–106
  18. Ramdhini, S. A., & Afrizal, S. (2024). Dinamika gender dalam keseimbangan peran keluarga: studi kasus peran ayah dalam kegiatan rumah tangga di KP. Sukacai. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 6(2), 100–109
  19. Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of personality and social psychology, 57(6), 1069
  20. Siahaan, A., & Rohman, F. (2024). Manajemen Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work Life Balance) dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru di MAS Al-Washliyah 12 Perbaungan. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS), 5(5)
  21. Soegandhi, V. M. (2013). Pengaruh kepuasan kerja dan loyalitas kerja terhadap organizational citizenship behavior pada karyawan PT. Surya Timur Sakti Jatim. Agora, 1(1), 35907
  22. Suwardi, S. M., Shabri, M., Sakir, A., & Siregar, M. R. (2024). Keadilan dan Harmoni Organisasi dalam Stres Kerja. Syiah Kuala University Press
  23. Zarah, N. F. (2020). Pengaruh Work Life Balance Terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Wanita yang Bekerja di Perusahaan BUMN [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.