Department of Psychology, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jl. Limau II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI55080, author = {Fauziah Zahra}, title = {PENGALAMAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA STAI AL-HIKMAH JAKARTA DENGAN LATAR BELAKANG FATHERLESS}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {15}, number = {03}, year = {2026}, keywords = {fatherless; psychological well-being; mahasiswa}, abstract = { Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman psychological well-being mahasiswa STAI Al-Hikmah Jakarta dengan latar belakang fatherless akibat kematian ayah. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan dua partisipan mahasiswa dewasa awal (18-25 tahun) yang dipilih melalui purposive sampling . Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis Braun dan Clarke. Hasil analisis mengidentifikasi lima tema utama, yaitu transformasi otonomi pasca-kehilangan ayah, penerimaan diri yang fluktuatif disertai proses perbaikan bertahap, hubungan interpersonal suportif dengan distrust pasca-trauma, pertumbuhan pribadi pasca-kehilangan ayah, dan makna hidup keluarga sebagai sumber resiliensi pasca kehilangan ayah. Kehilangan ayah membentuk kondisi kesejahteraan psikologis yang kompleks dan bervariasi pada keenam dimensi psychological well-being Ryff. Kondisi fatherless tidak hanya menimbulkan risiko psikologis seperti rendahnya penerimaan diri dan pola kelekatan tidak aman, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan positif melalui strategi coping adaptif, dukungan sosial, dan pemaknaan ulang pengalaman kehilangan. Penelitian merekomendasikan intervensi berbasis mindfulness dan konseling spiritual untuk memperkuat resiliensi mahsiswa fatherless . }, issn = {2829-1859}, pages = {264--275} doi = {10.14710/empati.2026.55080}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/55080} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman psychological well-being mahasiswa STAI Al-Hikmah Jakarta dengan latar belakang fatherless akibat kematian ayah. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan dua partisipan mahasiswa dewasa awal (18-25 tahun) yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis Braun dan Clarke. Hasil analisis mengidentifikasi lima tema utama, yaitu transformasi otonomi pasca-kehilangan ayah, penerimaan diri yang fluktuatif disertai proses perbaikan bertahap, hubungan interpersonal suportif dengan distrust pasca-trauma, pertumbuhan pribadi pasca-kehilangan ayah, dan makna hidup keluarga sebagai sumber resiliensi pasca kehilangan ayah. Kehilangan ayah membentuk kondisi kesejahteraan psikologis yang kompleks dan bervariasi pada keenam dimensi psychological well-being Ryff. Kondisi fatherless tidak hanya menimbulkan risiko psikologis seperti rendahnya penerimaan diri dan pola kelekatan tidak aman, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan positif melalui strategi coping adaptif, dukungan sosial, dan pemaknaan ulang pengalaman kehilangan. Penelitian merekomendasikan intervensi berbasis mindfulness dan konseling spiritual untuk memperkuat resiliensi mahsiswa fatherless.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University