1Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Universitas Negeri Padang, Indonesia
2Jln Prof Hamka, Air Tawar Timur, Padang, Sumatera Barat, Indonesia, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI54050, author = {Dini Khairani and Farah Aulia}, title = {KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA DI ERA DIGITAL: PENGARUH IKATAN ORANGTUA-ANAK DENGAN MEDIASI HARGA DIRI}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {15}, number = {01}, year = {2026}, keywords = {kesejahteraan psikologis; ikatan orangtua-anak; harga diri; remaja}, abstract = { Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ikatan orang tua–anak terhadap kesejahteraan psikologis remaja, serta menelusuri peran harga diri sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Partisipan penelitian ini berjumlah 385 remaja Indonesia berusia 15–18 tahun yang tinggal bersama orang tua. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Parental Bonding Instrument (PBI), Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dan Psychological Well-Being Scale (PWBS). Analisis data menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.1.1.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikatan orang tua–anak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan remaja (β = 0.358, p < 0.001) serta melalui mediasi harga diri (β = 0.147, p < 0.05). Hal ini mengindikasikan bahwa hubungan emosional yang hangat dan suportif dari orang tua dapat meningkatkan harga diri remaja, yang pada gilirannya memperkuat kesejahteraan psikologis remaja. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peran keluarga dalam memperkuat kesejahteraan remaja melalui pengasuhan yang responsif dan penerimaan tanpa syarat. }, issn = {2829-1859}, pages = {28--38} doi = {10.14710/empati.2026.54050}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/54050} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ikatan orang tua–anak terhadap kesejahteraan psikologis remaja, serta menelusuri peran harga diri sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Partisipan penelitian ini berjumlah 385 remaja Indonesia berusia 15–18 tahun yang tinggal bersama orang tua. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan Parental Bonding Instrument (PBI), Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dan Psychological Well-Being Scale (PWBS). Analisis data menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.1.1.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikatan orang tua–anak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan remaja (β = 0.358, p < 0.001) serta melalui mediasi harga diri (β = 0.147, p < 0.05). Hal ini mengindikasikan bahwa hubungan emosional yang hangat dan suportif dari orang tua dapat meningkatkan harga diri remaja, yang pada gilirannya memperkuat kesejahteraan psikologis remaja. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peran keluarga dalam memperkuat kesejahteraan remaja melalui pengasuhan yang responsif dan penerimaan tanpa syarat.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University