1Faculty of Psychology, Universitas Indonesia, , Indonesia
2Jl. Lkr. Kampus Raya Jl. Prof. DR. R Slamet Iman Santoso, Pondok Cina, Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424, Indonesia, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI53853, author = {Amatullah Asma Ashilah and Gusti Ayu Paramitha Dewi and Rina Rahayu Syam}, title = {REGULASI EMOSI DAN NOMOFOBIA PADA MAHASISWA: TINJAUAN LITERATUR}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {14}, number = {6}, year = {2025}, keywords = {cognitive reappraisal; expressive suppression; regulasi emosi; nomofobia}, abstract = { Nomofobia adalah ketakutan atau kecemasan berlebihan yang dialami individu ketika kehilangan akses atau tidak dapat menggunakan smartphone . Fenomena ini semakin sering terjadi di kalangan mahasiswa, kelompok usia dewasa awal (18–24 tahun), yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara regulasi emosi dan nomofobia serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan tersebut melalui tinjauan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa regulasi emosi, terutama strategi seperti cognitive reappraisal dan expressive suppression , berhubungan signifikan dengan tingkat nomofobia. Disregulasi emosi menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko nomofobia, sering kali dimediasi oleh kesepian, kecanduan media sosial, dan intensitas penggunaan smartphone . Faktor sosial seperti tekanan sosial turut memperburuk ketergantungan pada smartphone , khususnya pada mahasiswa perempuan. Selain itu, perbedaan budaya dan pola adaptasi teknologi mempengaruhi tingkat nomofobia di berbagai konteks. Penelitian ini menegaskan bahwa nomofobia adalah fenomena kompleks yang melibatkan interaksi antara aspek psikologis, sosial, budaya, dan teknologi. Rekomendasi praktis mencakup pengembangan program intervensi berbasis regulasi emosi, layanan kesehatan mental, dan edukasi penggunaan digital untuk membantu mahasiswa mengurangi ketergantungan terhadap smartphone . Penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal diperlukan untuk memahami hubungan kausal dan mengembangkan strategi mitigasi yang lebih efektif. }, issn = {2829-1859}, pages = {581--594} doi = {10.14710/empati.2025.53853}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/53853} }
Refworks Citation Data :
Nomofobia adalah ketakutan atau kecemasan berlebihan yang dialami individu ketika kehilangan akses atau tidak dapat menggunakan smartphone. Fenomena ini semakin sering terjadi di kalangan mahasiswa, kelompok usia dewasa awal (18–24 tahun), yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara regulasi emosi dan nomofobia serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan tersebut melalui tinjauan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa regulasi emosi, terutama strategi seperti cognitive reappraisal dan expressive suppression, berhubungan signifikan dengan tingkat nomofobia. Disregulasi emosi menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko nomofobia, sering kali dimediasi oleh kesepian, kecanduan media sosial, dan intensitas penggunaan smartphone. Faktor sosial seperti tekanan sosial turut memperburuk ketergantungan pada smartphone, khususnya pada mahasiswa perempuan. Selain itu, perbedaan budaya dan pola adaptasi teknologi mempengaruhi tingkat nomofobia di berbagai konteks. Penelitian ini menegaskan bahwa nomofobia adalah fenomena kompleks yang melibatkan interaksi antara aspek psikologis, sosial, budaya, dan teknologi. Rekomendasi praktis mencakup pengembangan program intervensi berbasis regulasi emosi, layanan kesehatan mental, dan edukasi penggunaan digital untuk membantu mahasiswa mengurangi ketergantungan terhadap smartphone. Penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal diperlukan untuk memahami hubungan kausal dan mengembangkan strategi mitigasi yang lebih efektif.
Article Metrics:
Last update:
Jurnal Empati by https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article shall be assigned to Jurnal Empati and Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro as the publisher of the journal. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all forms and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
Jurnal Empati and the Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro, and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions, or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in Jurnal Empati are the sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
The Copyright Transfer Form can be downloaded here: [Copyright Transfer Form JP]. The copyright form should be signed originally, scanned and uploaded as supplementary file when submitting the manuscript.
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University