skip to main content

PENGALAMAN REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI KETERPISAHAN DENGAN AYAH PASCA PERCERAIAN : STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS

Faculty of Psychology Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 22 Jun 2025; Available online: 18 Feb 2026; Published: 18 Feb 2026.
Open Access Copyright 2026 Jurnal EMPATI
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Keterpisahan dengan ayah karena perceraian tidak jarang akan bermuara pada ketidakhadiran ayah dalam keluarga. Ketidakhadiran figur ayah secara tidak langsung berdampak pula pada hilangnya beberapa peran penting yang seharusnya dijalankan oleh ayah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman remaja putri yang mengalami keterpisahan dengan ayah pasca perceraian. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi, dengan teknik analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pengumpulan data dilakukan dengan metode in-depth interview. Penelitian ini melibatkan tiga wanita berusia 18-21 tahun, telah ditinggal dan tidak serumah dengan ayah karena  perceraian sejak berada di usia 12-17 tahun, serta hanya diasuh dan dibesarkan oleh ibu. Hasil penelitian menghasilkan sembilan tema superordinat yaitu : 1) pengalaman menyenangkan bersama ayah, 2) menyaksikan perselisihan orang tua, 3) perasaan antara lega dan sakit, 4) perubahan sosio ekonomi karena kehilangan ayah,  5) keengganan menjalin relasi dengan lawan jenis, 6) perasaan marah kepada ayah pasca keterpisahan, 7) peredaan rasa marah terhadap ayah, 8) menjadi mandiri untuk pembuktian diri, 9) harapan di masa mendatang. Serta terdapat satu tema khusus yaitu hubungan penuh konflik ketika tinggal dengan ayah. Temuan penelitian ini dapat menjadi masukan dalam ilmu psikologi guna mengantisipasi keluarga yang memutuskan untuk bercerai agar tetap melihat dan memperhatikan kondisi psikologis anak.

Fulltext View|Download
Keywords: Interpretative Phenomenological Analysis; keterpisahan dengan ayah; perceraian; putri; remaja

Article Metrics:

  1. Alfaruqy, M. Z. & Indrawati, E. S. (2023). The dynamics of marital relationship after infidelity: Phenomenological descriptive analysis on Muslim spouses. Inspira: Indonesia Journal of Psychological Research, 4(1), 41-53. https://doi.org/10.32505/inspira.v4i1.6080
  2. Alfaruqy, M. Z., & Indrawati, E. S. (2021). Keputusan mengakhiri relasi suami-istri : Sebuah studi fenomenologis. Psychopolytan : Jurnal Psikologi, 5(1), 8–19. https://doi.org/10.36341/psi.v5i1.1847
  3. Alfasma, W., Santi, D. E., & Kusumandari, R. (2022). Loneliness dan perilaku agresi pada remaja fatherless. Sukma : Jurnal Penelitian Psikologi, 3(1), 40–50. https://doi.org/10.30996/sukma.v3i1.6948
  4. Alwisol. (2019). Psikologi kepribadian. Universitas Muhammadiyah Malang
  5. Ariani, A. I. (2019). Dampak perceraian orang tua dalam kehidupan sosial anak. Phinisi Integration Review, 2(2). https://doi.org/10.26858/pir.v2i2.10004
  6. Aulia, F., Sutajaya, I. M., & Suja, I. W. (2022). Konseling psikodinamik dengan menerapkan nilai tri hita karana untuk meningkatkan attachment (kelekatan) anak perempuan pada ayahnya. Jurnal Konseling Pendidikan, 6(2), 116–135. https://doi.org/10.29408/jkp.v6i2.7669
  7. Badan Pusat Statistika. (2023). Statistik Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik
  8. Brown, S. J. (2018). The lived experience of daughters who have absent fathers : a phenomenological study. Walden University
  9. Chapman, G. (2010). The 5 love languages : The secret to love that last. Northfield Publishing
  10. Dasalinda, D., & Karneli, Y. (2021). Hubungan fatherless dengan penyesuaian sosial remaja implementasi pelaksanaan layanan bimbingan konseling di sekolah. Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling, 2(02), 98–105. https://doi.org/10.36728/cijgc.v2i02.1461
  11. Dipa, M. (2021, April 1). KPAI ungkap fenomena fatherless, dampaknya anak kurang percaya diri. Wartakotalive.com. https://wartakota.tribunnews.com/2021/04/01/kpai-ungkap-fenomena-fatherless-dampaknya-anak-kurang-percaya-diri
  12. Dewi, I. P. (2022). Studi kasus resiliensi pada remaja broken home di dusun jumbleng desa temananggung kecamatan muntilan [Skripsi tidak dipublikasikan]. Universitas Negeri Sebelas Maret
  13. Embury, S. P., & Saklofske, D. H. (2013). Resilience in children, adolescent, and adults. Springer
  14. Erhamwilda, E. (2018). Model treatment dalam membantu korban kekerasan rumah tangga. Mitra Gender (Jurnal Gender dan Anak), 1(1), 42–52. https://doi.org/10.29313/.v1i1.3734
  15. Farhan, A., Monang, S., & Batubara, A. K. (2022). Komunikasi interpersonal orang tua dengan anak broken home (studi pada perumahan villa permata sunggal). MUKADIMAH : Jurnal Pendidikan, Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial, 6(2), 226–233
  16. Fatmasari, A. E., & Sawitri, D. R. (2020). Kedekatan ayah-anak di era digital : Studi kualitatif oada emerging adults. Prosiding Seminar Nasional Milleneial 5.0 Fakultas Psikologi UMBY
  17. Feder, A., Nestler, E. J., Westphal, M., & Charney, D. S. (2010). Psychobiological mechanisms of resilience. The Guilford Press
  18. Firdausi, N. I. A., Hotifah, Y. M., & Simon, I. M. (2020). Psychological dynamics of young people on broken home families. Southeast Asia Mental Health and Counseling Association, 1(1), 31–41. https://doi.org/10.46637/xxxxx
  19. Gilbertson, S., & Graves, B. A. (2018). Lifestyle in heart health and disease. Academic Press
  20. Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2008). Psikologi Praktis : Anak, Remaja dan Keluarga (8 ed.). Gunung Mulia
  21. Gunawan, N. A., & Nurwati, N. (2019). Persepsi masyarakat terhadap perceraian. Share Social Work Journal, 9(1), 20–27. https://doi.org/10.24198/share.v9i1.19863
  22. Hakim, M. A., Thontowi, H. B., Yuniarti, K. W., & Kim, U. (2012). The basis of children’s trust towards their parents in Java, ngemong: Indigenous psychological analysis. International Journal of Research Studies in Psychology, 1(2). https://doi.org/10.5861/ijrsp.2012.v1i2.78
  23. Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan : suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga
  24. Ivonika, G. (2020, Oktober 20). Anak tidak sedih dengan perceraian orang tua, normalkah ?. Klikdokter. https://www.klikdokter.com/psikologi/psikologi-keluarga/anak-tidak-sedih-dengan-perceraian-orang-tua-normalkah
  25. Junaidin, J., Mustafa, K., Hartono, R., & Khoirunisa, S. (2023). Kecemasan terhadap pernikahan pada perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless. Journal on Education, 5(4), 16649–16658. https://doi.org/10.31004/joe.v5i4.2839
  26. Kasenda, R. Y., Wuner, N., Sasuwu, C., Senduk, I., Maarial, A., & Kasek, M. (2023). Analisis perilaku sosial remaja yang mengalami broken home di Rbn Wale Ma’zani. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP), 7(2). https://doi.org/10.58258/jisip.v7i2.4308
  27. Kurniawan, M. F. (2021). Ketiadaan sosok ayah dan dampaknya bagi anak-anak dalam manga kamisama ga uso o tsuku karya ozaki kaori : analisis semiotika charles sanders peirce [Skripsi tidak dipublikasikan]. Universitas Gadjah Mada
  28. La Kahija, Y. F. (2017). Penelitian fenomenologis jalan memahami pengalaman hidup. PT Kanisius
  29. Mahmudah, R. & Alfaruqy, M. Z. (2021). Hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan penyesuaian diri mahasiswa baru yang mengikuti pembelajaran daring di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro [Skripsi, Universitas Diponegoro]. Eprint Undip. http://eprints.undip.ac.id/83864/
  30. Malekpour, M. (2007). Effects of attachment on early and later development. British Journal of Developmental Disabilities, 53(105,Pt2), 81–95. https://doi.org/10.1179/096979507799103360
  31. Mardiyah, R. (2020). Komunikasi antarpribadi dengan lawan jenis pada perempuan fatherless : Studi deskriptif kualitatif komunikasi antarpribadi dengan lawan jenis pada perempuan fatherless di kota Medan. Komunika, 16(2), 1–9. https://doi.org/10.32734/komunika.v16i2.4743
  32. Scharf, M., & Mayseless, O. (2008). Late adolescent girls’ relationships with parents and romantic partner: The distinct role of mothers and fathers. Journal of Adolescence, 31(6), 837–855. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2008.06.012
  33. Wandasari, A., Nur, H., & Siswanti, D. N. (2021). Ketidakhadiran bagi remaja putri. Jurnal Psikologi Talenta Mahasiswa, 1(2)
  34. White, J. M., Klein, D. M., & Martin, T. F. (2015). Family theories an introduction (Fourth Edition). SAGE Publications
  35. Wiradharma, G. A., Budiartha, I. N. P., & Sukadana, I. K. (2020). Perlindungan hukum terhadap anak dalam terjadinya perceraian. Jurnal Preferensi Hukum, 1(2), 47–50. https://doi.org/10.22225/jph.v1i2.2341.47-50
  36. Yakin, A. A. (2014). Dampak perceraian orang tua terhadap anak (Studi kasus di sma negeri 1 kecamatan nosu kabupaten mamasa). Jurnal Pepatuzdu, 8(1), 1–13
  37. Yuliawati, L., Setiawan, J. L., & Mulya, T. W. (2007). Perubahan pada remaja tanpa ayah. Jurnal Ilmiah Psikologi “ARKHE,” 12(1)
  38. Yunita, I. (2019). Peran ayah dalam pembinaan karakter anak kajian terhadap pola asuh di komunitas home education aceh. Ar - Rainiry, 6(1). https://doi.org/10.22373/jar.v6i1.10274

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.