skip to main content

HUBUNGAN SELF DISCLOSURE DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN DAARUT TAQWA IHSANIYYA YOGYAKARTA

Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Indonesia

Received: 12 May 2025; Published: 30 Dec 2026.
Open Access Copyright 2025 Jurnal EMPATI
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Pokok permasalahan dalam jurnal inii adalah mengenai kondisi remaja di Panti Asuhan Daarut Taqwa Ihsaniyya Yogyakarta yang menghadapi berbagai tantangan psikologis dan penyesuaian diri setelah kehilangan orang tua atau harus tinggal di Panti Asuhan. Keadaan remaja di Panti Asuhan menunjukkan bahwa beberapa remaja memiliki tingkat resiliensi (kemampuan bertahan menghadapi masalah) yang rendah, yang tercermin dari reaksi negatif mereka saat menghadapi masalah dan kesulitan mengungkapkan diri (self disclosure) kepada orang lain. Self disclosure atau keterbukaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat dan mendukung perkembangan psikologis remaja. Di sisi lain, resiliensi adalah kemampuan individu untuk bangkit dari tekanan dan kesulitan hidup.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self disclosure dengan resiliensi pada remaja di Panti Asuhan tersebut.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk mengetahui hubungan antara variabel self disclosure dengan resiliensi. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 69 remaja, dan pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 65 remaja. Teknik pengumpulan data menggunakan skala model likert pada kedua variabel yaitu skala self disclosure dan skala resiliensi, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasion pearson produck moment melalui SPSS versi 26.

Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara self disclosure dengan resiliensi pada remaja di panti asuhan (r = 0, 865; p > 0,05) dengan nilai corelation 0,22 (tidak berhubungan), yang artinya Ha (hipotesis alternatif) di tolak dan Ho (hipotesis null) di terima. Hal ini mengindikasikan bahwa self disclosure remaja tidak secara langsung memengaruhi resiliensi mereka. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan resiliensi pada remaja panti asuhan sebaiknya tidak hanya berfokus pada self disclosure, tetapi juga memperhatikan faktor-faktor lain yang berkontribusi pada kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan hidup.
Fulltext View|Download
Keywords: self disclosure; resiliensi; remaja; panti asuhan

Article Metrics:

  1. Adaptasi, K., Melalui, P., Intan, R., Mir’atannisa, M., Rusmana, N., & Budiman, N. (2019). Kemampuan Adaptasi Positif Melalui Resiliensi. Journal of Innovative Counseling: Theory, Practice & Research, 3(2), 70–76. http://journal.umtas.ac.id/index.php/innovative_counseling
  2. Aisha, D. L., & Yuwono, S. (2014). Hubungan Antara Religiusitas Dengan Resiliensi Pada Remaja Di Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah Surakarta. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta
  3. Altman, I., & Taylor, D. A. (1973). Social Penetration: The Development Or Interpersonal Relationship. New York: Holt, Rinehart & Winston
  4. Andriani, A., & Listiyandini, A. R. (2017). Peran Kecerdasan Sosial Terhadap Resiliensi Pada Mahasiswa Tingkat Awal. Jurnal Ilmiah Psikologi 4(1)
  5. Anggraini, Y. (2018). Hubungan Penerimaan Diri Dengan Regulasi Emosi Pada remaja. 10–22
  6. Anggarini, V. (2022). Hubungan Antara Ketebukaan Diri Dengan Resiliensi Pada Anak-Anak Di Pant Asuhan. Skripsi
  7. Ajhuri, K. F. (2019). Psikologi Perkembangan Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. In Psikologi Perkembangan Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan
  8. Akbar, N. A., Azam S. R., & Akif, K. (2023). Penguatan Kesehatan Mental Melalui Peran Self-Disclosure Bagi Remaja Panti Asuhan. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 7(03), 414–428. https://doi.org/10.31316/gcouns.v7i03.4646
  9. Akbar, S. K., & Abdullah, E. S. P. S. (2021). Hubungan antara Kesepian (Loneliness) dengan Self DIsclosure pada Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa yang Menggunakan Sosial Media (Instagram). Jurnal Tambora, 5(3), 40–45
  10. Ali, M, & Ansori, M. (2011). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. In Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik (PT. Bumi Aksara)
  11. Apelian, E. & Nesteru, O. (2017). Reflections of young adults on the loss of a parent in adolescence. International Journal of Child, Youth and Family Studies 8(3–4), 79–100
  12. Arnesty, A., & Pedhu, Y. (2023). Memaafkan Remaja Panti Asuhan. 21(2), 141–150. https://doi.org/10.25170/psikoedukasi.v21i2.4879
  13. Aviano, D. (2020). Perbedaan Resiliensi Ditinjau Dari Jenis Kelamin Pada Remaja Panti Asuhan Aceh Sepakat Di Jalan Halat Medan Sumatera Utara. Skripsi
  14. Aziz, A. N., Rahmatullah, A. S., & Khilmiyah, A. (2023). Peran Self-Compassion Terhadap Penguatan Kesehatan Mental Remaja di Panti Asuhan. Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 10(2), 330–350. https://doi.org/10.35891/jip.v10i2.3727
  15. Azizah, P. N., Widiana, H. S., & Urbayatun, S. (2021). A confirmatory factor analysis of Connor-Davidson Resilience Scale. Jurnal Psikologi, 17(1), 1–7
  16. Azwar, S. (2011). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  17. Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  18. Azwar, S. (2017). Metode Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  19. Azwar, S. (2020). Penyusunan Skala Psikologi. Jakarta: Prenadamedia Group
  20. Cahyani, E. (2022). Hubungan Antara Self Disclosure Dengan Resiliensi Akademik Pada Mahasiswa Di Masa Pandemi Covid-19. Skripsi. UIN Suska Riau
  21. Chen, G. M. (2015). Self-Disclosure In Intercultural Communication. Intercultural Communication Studies, 24(1), 151-164
  22. Connor, K. M., & Davidson, J. R. T. (2003). Development of a New Resilience Scale: The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Depression and Anxiety, 18(2): 76-82
  23. Dayakisni, T., & Hudaniah. (2009). Psikologi Sosial. Malang: UMM Press
  24. Derlega, V. J., & Grzelak, J. (2012). Appropriateness of self-disclosure. In G. Chelune (Ed.), Self-disclosure: Origins, patterns, and implications of openness in interpersonal relationships. Springer
  25. Desmita. (2012). Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya
  26. Devito, J. A. (2011). Komunikasi Antar Manusia. Tangerang Selatan: Karisma Publishing Group
  27. Devito, J. A. (2018). The Interpresonal Communication Book (13th Edition). Pearson Education Inc
  28. Emzir, E. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Rajawali Press
  29. Ester, Atrizka, D., & Putra, A. I. D. (2020). Peran Self Disclosure tehadap Resiliensi pada Remaja di Panti Asuhan. PSYCHOPOLYTAN: Jurnal Psikologi, 3(2)
  30. Febrianti, A. (2024). Hubungan Antara Self Disclosure Dan Dukungan Sosial Dengan Resiliensi Pada Remaja Di Panti Asuhan Kota Pekanbaru. Skripsi. UIN Suska Riau
  31. Grotberg, E.H. (1999). Tapping Your Inner Strength. New Harbinger Publication. Inc: Oaklan
  32. Hardani, H., et al. (2020). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Ilmu
  33. Hargie, O. (2017). Kemampuan Komunikasi Interpersonal: Penelitian, Teori, dan Praktek (Edisi 6). New York: Routledge
  34. Hartono, H. (2015). Analisis Data tatistik dan Penelitian. Pekanbaru: Zanafa Publishing
  35. Hasanah, U., & Minerty, P. B. (2018). Hubungan Antara Self Disclosure dengan Interaksi Sosial Pada Remaja di Kota Banda Aceh. Jurnal Psikologi, 1 (1), 1-6
  36. Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga
  37. Ifdil. (2013). Konsep Dasar Self Disclosure dan Pentingnya Bagi Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. XIII(1):110-117
  38. Jourard, S. M., & Lasakow, P. (1958). Some Faktors In Self-Disclosure. University of Alaboma Medical Center and University of Alaboma Birminghan Center. 91-98
  39. Kawitri, A. Z., Rahmawati, B. D., Arruum, R., & Rahmatika, R. (2019). Self Compassions dan Resiliensi Pada Remaja Panti Asuhan. Self Compassions and Resilience Among Adolescents Living at Social Shelters. 7(1): 76-83
  40. Kementrian Sosial. (2021). Kementrian Sosial Republik Indonesia. https://kemensos.go.id/kemensos-berikan-perlindungan-kepada-4-jutaan-anak-yatim-piatu
  41. Kristianti, R., & Kristinawati, W. (2021). Self Disclosure Dengan Resiliensi Pada Remaja Wanita Di Panti Asuhan. Jurnal Ilmiah Psyche, 15(2), 63-72
  42. Kuss, D. J., & Griffiths, M. D. (2015). Online Social Networking And Addiction—A Review Of The Psychological Literature. International Journal of Environmental Research and Public Health, 12(10), 11761-11782
  43. Lete, G. R., Kusuma, F. H., & Rosdiana, Y. (2019). Hubungan Antara Harga Diri Dengan Resiliensi Remaja Di Panti Asuhan Bakti Luhur Malang
  44. Mangna, N. K. K., & Valentina, T. D. (2024). Adolescent Resilience in Orphanages. Humanitas, 8(1): 78-92
  45. Mannarino, A.P. & Cohen, J.A. (2011) Traumatic loss in children and adolescents. Journal of Child & Adolescent Trauma, 4(1), 22-33. DOI: 10.1080/19361521.2011.545048
  46. Meiliani, S. (2023). Hubungan Antara Loneliness Dan Self-Disclosure Dengan Kenakalan Remaja Di Smpit Abu Ja’far Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar. Skripsi Publikasi, 259
  47. Merdiana, R. (2012). Hubungan Antara Keterbukaan Diri (Self Disclosure) Dengan Kompetensi Sosial Pada Remaja Panti Asuhan. Skripsi Thesis, Universitas Airlangga
  48. Mustafa, M. R., & Hadiyati, F. N. R. (2019). Hubungan Antara Self Disclosure Dengan Resiliensi Pada Remaja di Panti Asuhan Darussalam. Jurnal Empati, 8(1), 192-199
  49. Nur, A., Rahmatullah, A. S., & Khilmiyah, A. (2023). Strengthening Mental Health for Adolescents in Orphanages Through the Role of Self-Disclosure and Self-Compassion, 3(1), 524–533
  50. Octaryani, M., & Baidun, A. (2018). Uji Validitas Konstruk Resiliensi. Jurnal Pengukuran Psikologi Dan Pendidikan Indonesia (JP3I), 6(1), 43–52. https://doi.org/10.15408/jp3i.v6i1.8150
  51. Oktaviana, M & Kristinawati, W. (2022). Self Disclosure Dengan Resiliensi Pada Remaja Dengan Orang Tua Tunggal. Jurnal ilmiah PSYCHE, 16(2):83-92
  52. Periantalo, J. (2019). Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  53. Pratiwi, S. A., & Yuliandri, B. S. (2022). Anteseden Dan Hasil Dari Resiliensi. Motiva Jurnal Psikologi, 5(1), 8. https://doi.org/10.31293/mv.v5i1.5667
  54. Priyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif. Sidoarjo: Zifatama Publishing
  55. Priyatno, D. (2014). Mandiri Belajar Analisis Data dengan Spss. Yogyakarta: Mediakom
  56. Putri, N. A. (2023). Pengaruh Religiusitas Terhadap Resiliensi Remaja Di Panti Asuhan Yatim Piatu Yusufiah Jakarta Timur. Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  57. Rahmawati, & Dewinda, H. R. (2015). Hubungan Antara Self Disclosure Dengan Resiliensi Pada Remaja Di Panti Asuhan Putra Bangsa Yayasan Budi Mulia Padang. Jurnal Psyche 165 Fakultas Psikologi, 8(2), 11–22
  58. Rahmi, S. P. (2014). Hubungan Antara Self Disclosure Dengan Adversity Question Pada Mahasiswa Yang Sedang Menyusun Skripsi Fakultas Psikolgi Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
  59. Ramadhan, Y. A., & Hamidy, A. (2021). The Resilience of the Samarinda Community in Facing the Covid-19 Pandemic and Its Factors : Resiliensi Masyarakat Samarinda dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 dan Faktor-Faktornya. Proceding of Inter-Islamic University Conference on Psychology, 1(1), 1–12
  60. Ramli, R. (2011). Hubungan Antara Atraksi Interpersonal Dengan Self Disclosure Pada Siswa SMPN 25 Padang. Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
  61. Reivich, K. And Shatte, A. (2002). The Resilience Factor. RandomHouse. Inc: New York
  62. Ruswahyuningsih, M. C., & Afiatin, T. (2015). Resiliensi pada remaja jawa. Jurnal Psikologi UGM, 1(2), 96–105
  63. Saifuddin, A. (2020). Penyusunan Skala Psikologi. Jakarta: Prenadamedia Group
  64. Safina, H. (2020). Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Keterbukaan Diri (Self Disclosure) Pada Remaja Di Panti Asuhan Penyantun Islam Banda Aceh. Skripsi
  65. Safina, H. (2020). "Self-Disclosure pada Remaja di Panti Asuhan: Hubungan dengan Kepercayaan Diri dan Kesehatan Mental". Psychological Research Journal, 8(3), 45-59
  66. Saputro, K. Z. (2018). Memahmi Ciri Dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17(1):25. https://doi.org/10.14421/aplikasia.v17il.1362
  67. Sari, R. (2023). "Peran Self-Disclosure terhadap Kesehatan Mental Remaja di Panti Asuhan". Journal of Psychological Studies, 19(2), 112-118
  68. Sarwono, P. D. S. W. (2007). Psikologi Remaja. Depok: PT. Raja Grafindo Persada
  69. Southwick, S. M., Bonanno, G. A., Masten, A. S., Panter-Brick, C., & Yehuda, R. (2014). Resilience definitions, theory, and challenges: Interdisciplinary perspectives. European Journal of Psychotraumatology, 5. https://doi.org/10.3402/ejpt.v5.25338
  70. Sprecher, S., & Hendrick, S. S. (2004). Self-Disclosure In Intimate Relationships: Associations With Love, Commitment, And Gender. Journal of Social and Personal Relationships, 21(5), 587-605
  71. Sugiyono, S. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R n D. bandung: Alfabeta
  72. Sugiyono, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
  73. Sugiyono, S. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatig, dan R&D. Bandung: Alfabeta
  74. Sugiyono, S. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatug, dan R&D. Bandung: Alfabeta
  75. Syaminingtias, Z. R. (2022). Keterbukaan Diri (Self Disclosure) Pada Remaja Dengan Teman Online. Skripsi. Jurusan Psikologi dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said: Surakarta
  76. Titisari, I, & Utami, E. S. (2017). Hubungan Pegetahuan Remaja Usia 17-20 Tahun Tentang Kesehatan Reproduksi Tehadap Sikap Berpacaran Sehat di Kelas III SMK 2 Pawyatan Dhaha Kediri. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1): 47. https://doi.org/10.32831/jik.v2i.29
  77. Tuha, M. (2016). Resiliensi dan Kebahagiaan dalam Perspektif Psikologi Positif. El-Ghiro X(01): 131-141. https://core.ac.uk/download/pdf/288100945.pdf
  78. Utami, A. (2022). Hubungan Antara Religiusitas Dengan Resiliensi Pada Remaja Panti Asuhan. Skripsi. Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  79. Wardhani, R. H., Sunarti, E., & Muflikhati, I. (2017). Ancaman, Faktor Protektif, Aktivitas, Dan Resiliensi Remaja: Analisis Berdasarkan Tipologi Sosiodemografi. Jurnal Ilm. Kem & Kons, 10(1), 47-58
  80. Wulandari, R. A., & Mawardah, M. (2023). Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Resiliensi Pada Remaja Di Panti Asuhan Kecamatan Sako Palembang. Psyche 165 Journal. 16(1):26-31. https://doi.org/10.35134/jpsy165.vl6il.223
  81. Wolin, S. J., & Wolin, S. (1993). The Resilient Self How Survivors of Troubled Families Arise above Adversity. New York: Villard Books

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.