Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI51000, author = {Ghina Imtinan and Mutia Ahmad}, title = {HUBUNGAN SELF DISCLOSURE DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN DAARUT TAQWA IHSANIYYA YOGYAKARTA}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {14}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {self disclosure; resiliensi; remaja; panti asuhan}, abstract = { Pokok permasalahan dalam jurnal inii adalah mengenai kondisi remaja di Panti Asuhan Daarut Taqwa Ihsaniyya Yogyakarta yang menghadapi berbagai tantangan psikologis dan penyesuaian diri setelah kehilangan orang tua atau harus tinggal di Panti Asuhan. Keadaan remaja di Panti Asuhan menunjukkan bahwa beberapa remaja memiliki tingkat resiliensi (kemampuan bertahan menghadapi masalah) yang rendah, yang tercermin dari reaksi negatif mereka saat menghadapi masalah dan kesulitan mengungkapkan diri ( self disclosure ) kepada orang lain. Self disclosure atau keterbukaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat dan mendukung perkembangan psikologis remaja. Di sisi lain, resiliensi adalah kemampuan individu untuk bangkit dari tekanan dan kesulitan hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self disclosure dengan resiliensi pada remaja di Panti Asuhan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk mengetahui hubungan antara variabel self disclosure dengan resiliensi. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 69 remaja, dan pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 65 remaja. Teknik pengumpulan data menggunakan skala model likert pada kedua variabel yaitu skala self disclosure dan skala resiliensi, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasion pearson produck moment melalui SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara self disclosure dengan resiliensi pada remaja di panti asuhan (r = 0, 865; p > 0,05) dengan nilai corelation 0,22 (tidak berhubungan), yang artinya Ha (hipotesis alternatif) di tolak dan Ho (hipotesis null) di terima. Hal ini mengindikasikan bahwa self disclosure remaja tidak secara langsung memengaruhi resiliensi mereka. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan resiliensi pada remaja panti asuhan sebaiknya tidak hanya berfokus pada self disclosure , tetapi juga memperhatikan faktor-faktor lain yang berkontribusi pada kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan hidup.}, issn = {2829-1859}, pages = {557--564} doi = {10.14710/empati.2025.51000}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/51000} }
Refworks Citation Data :
Pokok permasalahan dalam jurnal inii adalah mengenai kondisi remaja di Panti Asuhan Daarut Taqwa Ihsaniyya Yogyakarta yang menghadapi berbagai tantangan psikologis dan penyesuaian diri setelah kehilangan orang tua atau harus tinggal di Panti Asuhan. Keadaan remaja di Panti Asuhan menunjukkan bahwa beberapa remaja memiliki tingkat resiliensi (kemampuan bertahan menghadapi masalah) yang rendah, yang tercermin dari reaksi negatif mereka saat menghadapi masalah dan kesulitan mengungkapkan diri (self disclosure) kepada orang lain. Self disclosure atau keterbukaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat dan mendukung perkembangan psikologis remaja. Di sisi lain, resiliensi adalah kemampuan individu untuk bangkit dari tekanan dan kesulitan hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self disclosure dengan resiliensi pada remaja di Panti Asuhan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk mengetahui hubungan antara variabel self disclosure dengan resiliensi. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 69 remaja, dan pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling sebanyak 65 remaja. Teknik pengumpulan data menggunakan skala model likert pada kedua variabel yaitu skala self disclosure dan skala resiliensi, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan teknik korelasion pearson produck moment melalui SPSS versi 26.
Article Metrics:
Last update:
Jurnal Empati by https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, the copyright of the article shall be assigned to Jurnal Empati and Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro as the publisher of the journal. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all forms and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
Jurnal Empati and the Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro, and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions, or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in Jurnal Empati are the sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
The Copyright Transfer Form can be downloaded here: [Copyright Transfer Form JP]. The copyright form should be signed originally, scanned and uploaded as supplementary file when submitting the manuscript.
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University