skip to main content

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN PEKERJA SOSIAL DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA PENERIMA MANFAAT DI PANTI PELAYANAN SOSIAL PGOT MARDI UTOMO SEMARANG

1Faculty Psychology, Universitas Diponegoro, Jl. Mr. Sunario, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

2Faculty Psychology, Universitas Diponegoro, Jl. Mr. Sunario, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Published: 30 Oct 2025.
Open Access Copyright 2025 Jurnal EMPATI
Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract
Subjective well-being penerima manfaat di Panti Pelayanan Sosial cenderung rendah. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya subjective well-being adalah dukungan pekerja sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris ada atau tidaknya hubungan antara dukungan pekerja sosial dengan subjective well-being pada penerima manfaat di Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif korelatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 55 penerima manfaat dengan karakteristik masih berstatus sebagai penerima manfaat di Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo selama penelitian berlangsung, berusia minimal 20 tahun, pendidikan terakhir minimal SD dan bersedia menjadi partisipan penelitian dengan menandatangani informed consent. Teknik sampling yang digunakan adalah Convenience Sampling. Alat ukur dalam pengambilan sampel yaitu Skala Dukungan Pekerja Sosial (42 aitem, α = 0,955) dan Subjective Well-Being (36 aitem, α = 0,946). Analisis data menggunakan metode analisis parametrik dengan program Jeffrey’s Amazing Statistics Program (JASP) versi 0.18.2. Hasil uji hipotesis menggunakan parametrik yaitu Analisis Regresi Sederhana menunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar 0,531 dengan signifikansi p=0,001 yang artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan pekerja sosial dengan subjective well-being pada penerima manfaat di Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang. Hasil menunjukkan besar subjek merasakan dukungan pekerja sosial yang tinggi yaitu 50 subjek (90,9%) dan sebanyak 41 subjek (74,5%) memiliki subjective well-being yang tinggi. Temuan ini menunjukkan pentingnya dukungan pekerja sosial untuk meningkatkan subjective well-being. Diharapkan penerima manfaat dapat memanfaatkan adanya dukungan pekerja sosial yang dirasakan dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang ada.

 

 

Fulltext View|Download
Keywords: pekerja sosial; subjective well-being; mardi utomo

Article Metrics:

  1. Ahmad, F. I. F. & Setiyo, P. (2024). Penerimaan diri pada penerima manfaat dari pekerja seks komersial di panti rehabilitasi sosial [Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta]. https://eprints.ums.ac.id/127424/
  2. Alfaruqy, M. Z., Sari, I. A., & Safuroh, S. (2023). Hubungan dukungan sosial orangtua dan adversity quotient dengan motivasi belajar pada siswa kelas 7 SMP Negeri 1 Baturetno. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 10(1), 38-50. http://doi.org/10.21009/JKKP.101.04
  3. Apriyani, A. P. (2018). Dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis pada penghuni Panti Rehabilitasi Narkoba di Pondok Pesantren Al-Islamy Kulon Progo [Undergraduate thesis, Universitas Islam Indonesia]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/11660
  4. Auliana, K. (2023). Pemberdayaan pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT) : Studi Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang [Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Walisongo]. https://eprint.walisongo.ac.id/view/divisions/pro=5Fsos/2023.default.html
  5. Badrudduja, M. B. & Sudinadji, MB. (2024). Hubungan dukungan sosial dan resiliensi dengan subjective well-being pada mahasiswa rantau [Undergraduate thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta]. https://eprints.ums.ac.id/127698/
  6. Bulmer, M. (2015). The social basis of community care (routledge revivals). Routledge
  7. Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, social support, and the buffering hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), 310–357
  8. Dewi, L. & Nasywa, N. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well-being. Jurnal Psikologi Terapan & Pendidikan, 1(1), 54-62
  9. Diener, E. (2000). Subjective well-being: The science of happiness and a proposal for a national index. American Psychologist, 55(1), 34–43. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.34
  10. Diener, E. (2009). The science of well-being the collected works of Ed Diener. Springer
  11. Diener, E., Pressman, S.D., Hunter, J., & Delgadillo-Chase, D. (2017). If, why, and when subjective well-being influences health, and future needed research. Applied Psychology: Health and Well-Being, 9(2), 133–167. https://doi.org/10.1111/aphw.12090
  12. Diener, E., Lucas, R. E., & Oishi, S. (2018). Advances and open questions in the science of subjective well-being. Collabra: Psychology, 4(1), 1–49. https://doi.org/10.1525/collabra.115
  13. Fleming, R., Baum, A., Gisriel, M.M., & Gatchel, R.J. (1982). Mediating influences of social support on stress at Three Mile Island. Journal of Human Stress, 8, 14 – 22. https://doi.org/10.1080/0097840X.1982.9936110
  14. Hailitik, W. M. Y. & Setianingrum, M. E. (2019). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan psychological well-being pada pekerja seks komersial di panti rehabilitasi. Jurnal Psikohumanika, 11(2), 137-150
  15. House, J.S., Umberson, U., & Landis, K.R. (1988). Structures and processes of social support. Annuel Review of Sociology , 14, 293-318
  16. Llosada-Gistau, J., Casas, F. & Montserrat, C. (2017). What matters in for the subjective well-being of children in care? Child Ind Res 10, 735–760. https://doi.org/10.1007/s12187-016-9405-z
  17. Lutfiyah, N. (2018). Hubungan antara dukungan sosial dengan subjective well-being pada anak jalanan di wilayah Depok. Jurnal Psikologi, 10(2), 1-8
  18. Pavot & Diener, (2004). The subjective evaluation of well‐being in adult‐hood: findings and implication. Ageing International, Spring 2004, 29(2), 113‐135
  19. Purba, J., Yulianto, A., & Widyanti, E. (2007). Pengaruh dukungan sosial terhadap burnout pada guru. Jurnal Psikologi, 5(1), 77-87
  20. Puspita W, D., & Kusdarini, E. (2022). Penanggulangan pengemis, gelandangan, orang terlantar dan anak jalanan bagian dari upaya Satpol PP Kabupaten Klaten. Jurnal Kajian Mahasiswa PPKn, 11(4), 421–436
  21. Rif’ati, M. I., Arumsari, A., Fajriani, N., Maghfiroh, V.S., Abidi, A.F., Chusairi, A., & Hadi, C. (2018). Konsep dukungan sosial. Jurnal Psikologi Universitas Airlangga, 7, 1-25
  22. Ryan, R. M. & Deci, E. L. (2001). On happiness and human potentials: A review of research on hedonic and eudaimonic well-being. Annual Review of Psychology, 52, 141–166
  23. Ryff. C. D. (1995). Psychological well-being in adult life. Current Directions in Psychological Science, 4(4), 99-104
  24. Sarafino, E. P. (1994). Health psychology: Biopsychosocial interaction (2nd ed.). John Wiley & Sons, Inc
  25. Sardi, L. N., & Ayriza, Y. (2020). Pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap subjective well–being pada remaja yang tinggal di pondok pesantren. Acta Psychologia, 2(1), 41–48
  26. Samputri, S. K & Sakti, H. (2015). Dukungan sosial dan subjective well-being pada tenaga kerja wanita PT. Arni Family Ungaran. Jurnal Empati, 4(4), 208-216
  27. Tentama, F. (2014). Dukungan sosial dan post-traumatic stress disorder pada remaja penyintas Gunung Merapi. Jurnal Psikologi, 13(2), 133-138
  28. Thoits, P. A. (2011). Mechanisms linking social ties and support to physical and mental health. Journal of Health and Social Behavior, 52(2), 145–161. https://doi.org/10.1177/0022146510395592
  29. Wahyudin, M., & Jamil, M. J. (2021). Implementasi pasal 34 Ayat 1 tentang penanganan anak terlantar oleh dinas sosial di Kabupaten Gowa. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 2(1), 15–26. https://doi.org/10.24252/qadauna.v2i1.15757
  30. Wahyuningrum, E. & Tobing, M.A. (2013). Pengasuhan pada remaja yang tinggal di Panti Asuhan. Prosiding Seminar Nasional Psikologi (SEMPSI) (pp. 21-28)

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.