Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Universitas Negeri Padang, Indonesia, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI42136, author = {Erfi Amanda and Ananda Rahayu and Imelda Evani and Rafly Rafly and Syerli Rosa and Anisa Savitri and Nurul Sabrina}, title = {HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA DI SMP NEGERI 8 BUKITTINGGI}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {13}, number = {3}, year = {2024}, keywords = {kecerdasan emosional, motivasi belajar, siswa SMP}, abstract = { Siswa usia SMP dikategorikan sebagai masa remaja, yaitu fase peralihan anak- anak menuju dewasa. Pada masa remaja, anak-anak mengalami masalah dalam motivasi belajar dan kecerdasan emosi. Peneliti menemukan siswa SMP memiliki kecerdasan emosi yang rendah, sehingga berpengaruh kepada motivasi belajar. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosinya dengan baik dan menyalurkannya ke dalam emosi positif sehingga dapat mengatasi emosi negatif. Sedangkan motivasi belajar adalah dorongan yang berasal dari dalam dan luar diri seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sampel dalam penelitian ini 128 siswa SMP. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar pada siswa SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan analisis pearson correlation menggunakan SPSS 26.00 dengan alat pengumpulan data berupa angket untuk Kecerdasan Emosional dan Motivasi Belajar. Dari hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi 0.497 yang berarti kedua variabel berkorelasi sedang, kemudian nilai signifikasi 0.00 atau <0.05 menunjukkan bahwa hipotesis diterima, sehingga disimpulkan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar pada siswa SMP Negeri 8 Bukittinggi. }, issn = {2829-1859}, pages = {234--241} doi = {10.14710/empati.2024.42136}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/42136} }
Refworks Citation Data :
Siswa usia SMP dikategorikan sebagai masa remaja, yaitu fase peralihan anak- anak menuju dewasa. Pada masa remaja, anak-anak mengalami masalah dalam motivasi belajar dan kecerdasan emosi. Peneliti menemukan siswa SMP memiliki kecerdasan emosi yang rendah, sehingga berpengaruh kepada motivasi belajar. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosinya dengan baik dan menyalurkannya ke dalam emosi positif sehingga dapat mengatasi emosi negatif. Sedangkan motivasi belajar adalah dorongan yang berasal dari dalam dan luar diri seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Sampel dalam penelitian ini 128 siswa SMP. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar pada siswa SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan analisis pearson correlation menggunakan SPSS 26.00 dengan alat pengumpulan data berupa angket untuk Kecerdasan Emosional dan Motivasi Belajar. Dari hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa nilai korelasi 0.497 yang berarti kedua variabel berkorelasi sedang, kemudian nilai signifikasi 0.00 atau <0.05 menunjukkan bahwa hipotesis diterima, sehingga disimpulkan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan motivasi belajar pada siswa SMP Negeri 8 Bukittinggi.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University