Faculty of Psychology, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Mr. Sunario, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI40158, author = {Nova Pahlawani and Novi Qonitatin}, title = {PERAN SELF-DISCLOSURE PADA KEPUASAN RELASI DEWASA AWAL YANG BERPACARAN}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {14}, number = {2}, year = {2025}, keywords = {self-disclosure; kepuasan relasi; dewasa awal yang berpacaran}, abstract = { Setiap fase perkembangan terdapat tugas yang harus terpenuhi, begitu pula pada masa dewasa awal yaitu pemilihan pasangan hidup dan pembentukan keluarga. Dalam suatu relasi pacaran, komunikasi merupakan faktor terpenting yang dapat mempengaruhi kepuasan relasi yang sedang dijalani. Beberapa penelitian terdahulu menjelaskan untuk meningkatkan kepuasan relasi seseorang dapat dengan mengembangkan komunikasi dan meningkatkan self-disclosure . Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran self-disclosure pada kepuasan relasi dewasa awal yang berpacaran. Populasi pada penelitian ini merupakan dewasa awal yang sedang berpacaran dengan rentang usia 18-25 tahun. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 111 subjek. Teknik sampel yang digunakan adalah sampling berupa convenience sampling . Alat ukur yang digunakan yaitu skala Self-disclosure (33 aitem, α = 0,960) dan Skala Kepuasan Relasi (31 aitem, α = 0,915). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel pada penelitian ini (r xy =0,724; p<0,05). Artinya semakin tinggi self-disclosure saat berpacaran, maka tingkat kepuasan relasi juga akan semakin tinggi dan begitu juga sebaliknya. Penelitian ini menghasilkan nilai r 2 sebesar 0,524 yang memiliki arti bahwa variabel self-disclosure memberikan sumbangan efektif terhadap tingkat kepuasan relasi dewasa awal yang berpacaran sebesar 52,4%. }, issn = {2829-1859}, pages = {112--117} doi = {10.14710/empati.2025.40158}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/40158} }
Refworks Citation Data :
Setiap fase perkembangan terdapat tugas yang harus terpenuhi, begitu pula pada masa dewasa awal yaitu pemilihan pasangan hidup dan pembentukan keluarga. Dalam suatu relasi pacaran, komunikasi merupakan faktor terpenting yang dapat mempengaruhi kepuasan relasi yang sedang dijalani. Beberapa penelitian terdahulu menjelaskan untuk meningkatkan kepuasan relasi seseorang dapat dengan mengembangkan komunikasi dan meningkatkan self-disclosure. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran self-disclosure pada kepuasan relasi dewasa awal yang berpacaran. Populasi pada penelitian ini merupakan dewasa awal yang sedang berpacaran dengan rentang usia 18-25 tahun. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 111 subjek. Teknik sampel yang digunakan adalah sampling berupa convenience sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu skala Self-disclosure (33 aitem, α = 0,960) dan Skala Kepuasan Relasi (31 aitem, α = 0,915). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kedua variabel pada penelitian ini (rxy=0,724; p<0,05). Artinya semakin tinggi self-disclosure saat berpacaran, maka tingkat kepuasan relasi juga akan semakin tinggi dan begitu juga sebaliknya. Penelitian ini menghasilkan nilai r2 sebesar 0,524 yang memiliki arti bahwa variabel self-disclosure memberikan sumbangan efektif terhadap tingkat kepuasan relasi dewasa awal yang berpacaran sebesar 52,4%.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University