skip to main content

PENGALAMAN KETERLIBATAN AYAH DALAM MERAWAT ANAK DENGAN SKIZOFRENIA: INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 3 Aug 2020; Published: 3 Aug 2020.

Citation Format:
Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami pengalaman keterlibatanperawatan ayah yang memiliki anak dengan skizofrenia, menggunakanmetodepenelitianfenomenologi. Subjek dalam penelitian ini sejumlahtiga orang yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria subjek yakni seorang ayah yang memiliki anak skizofrenia tak terinci dengan onset pada masa remaja. Pengambilan data dilakukandenganmenggunakan wawancara semi terstuktur, denganteknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini menghasilkanempat tema induk yaitu (1) upaya memahami kondisi sakit anak, (2) upaya menanggulangi sakit anak, (3) penghambat dalam upaya penanggulangan sakit anak, dan (4) pendukung dalam upaya penanggulangan sakit anak.Upaya memahami kondisi sakit anak meliputi upaya ketiga subjek untuk mengetahui gejala dan sebab sakit anak. Upaya menanggulangi sakit anak meliputi adanya tindakan langsung untuk kesembuhan, strategi dalam perawatan, dan keterlibatan lingkungan sosial. Penghambat dalam penanggulangan sakit anak meliputi adanya permasalahan dalam perawatan, dan perasaan negatif selama perawatan. Pendukung dalam penanggulangan sakit anak meliputi perasaan positif dan harapan untuk anak. 

Fulltext View|Download
Keywords: ayah; anak; skizofrenia

Article Metrics:

  1. Alwisol. (2009). Psikologi kepribadian. Malang: UMM Press
  2. Andayani, B., & Koentjoro. (2012). Peran ayah menuju coparenting . Sidoarjo: Laros
  3. Caqueo-Urizar, A., Boyer, L., Baumstarck, K. & Gilman, S.E. (2015). The relationship between patients’ and caregivers’ beliefs about the causes of schizophrenia and clinical outcomes in Latin American countries. Psychiatry Research, 229, 440-446. doi: 10.1016/j.psychres.2015.06.033
  4. Day, R. D. & Lamb, M. E. (2004). Conceptualizing and measuring father involvement: Pathways, problems, and progress. Dalam R. D. Day & M. E. Lamb (Ed)
  5. Conceptualizing and measuring father involvement (h. 1-14). London: Lawrence Erlbaum Associates
  6. Dewi, E.P. (2016). Pengalaman keluarga dalam merawat pasien skizofrenia tak terorganisir di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta
  7. Dewi, G.K. (2018). Pengalaman caregiver dalam merawat klien skizofrenia di kota Sungai Penuh. Jurnal Endurance, 3(1), 200-212
  8. Fitryasari, R., Yusuf, A., Nursalam, Tristiana, Rr. D., & Nihayati, H. E. (2018). Family member’s perspective of family resilience’s risk factors in taking care of schizophrenia patients. International Journal of Nursing Sciences, 5 (3), 255-261. doi: 10.1016/j.ijnss.2018.06.002
  9. Ibrahim, A. Y. (2011). Skizofrenia: Spliting personality. Tangerang: Jelajah Nusa
  10. Kahija, Y. F. L. (2017). Penelitian fenomenologis: Jalan memahami pengalaman hidup. Yogyakarta: PT Kanisius
  11. Kemenkes RI. (2014). Stop stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Diunduh dari http://www.depkes.go.id/article/view/201410270011/stop-stigma-dan-diskriminasi-terhadap-orang-dengan-gangguan-jiwa-odgj.html
  12. Koschorke, M., Padmavati, R., Kumar, S., Cohen, A., Weiss, H.A., Chatterjee, S., . . . Graham, T. (2017). Experiences of stigma and discrimination faced by family caregivers of people with schizophrenia in India. Social Science and Medicine, 178, 66-77. doi: 10.1016/j.socscimed.2017.01.061
  13. Lestari, S. (2012). Psikologi keluarga: Penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga. Jakarta: Prenadamedia Group
  14. Mueser, K.T., & Gingerich, S. (2006). The complete family guide to schizophrenia: Helping your loved one get the most out of life. New York, NY: The Guilford Press
  15. Nevid, J. S., Rathus, S.A., & Greene, B. (2005). Psikologi abnormal (Edisi kelima jilid 2). Jakarta: Erlangga
  16. Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2011). Health psychology: Biopsychosocial interactions (7th ed.) Hoboken: John Wiley & Son
  17. Saraswati, W. (2010). Efek ketidakhadiran ayah: Buruk!. Diunduh dari http://nasional.kompas.com/read/2010/04/02/0915433/efek.ketidakhadiran.ayah.buruk
  18. Stuart, G. W. (2016). Keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta: EGC
  19. Sundari, A. R. & Herdajani, F. (2013). Dampak fatherless terhadap perkembangan psikologis anak. Prosiding Seminar Nasional Parenting, (h. 256-271). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta
  20. Taufik, M. (2013, September 15). Di Indonesia ada 18 ribu penderita gangguan jiwa berat dipasung. Diunduh dari https://www.merdeka.com/peristiwa/di-indonesia-ada-18-ribu-penderita-gangguan-jiwa-berat-dipasung.html
  21. Taylor, E. S. (2015). Health psychology (9th ed.). New York, NY: Mc Graw Hill Education
  22. Widyastutik, W., Winarni, I., & Lestari, R. (2016). Studi fenomenologi: Resilience keluarga penderita skizofrenia di Puskesmas Bantur. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 3(12), 117-131
  23. Wijanarko, A., & Ediati, A. (2016). Penerimaan diri pada orangtua yang memiliki anak dengan skizofrenia: Sebuah interpretative phenomenological analysis. Jurnal Empati, 5(3), 424-429

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.