skip to main content

HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PEMENTOR AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS DIPONEGORO

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia


Citation Format:
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan komunikasi interpersonal pada pementor agama Islam di Universitas Diponegoro. Regulasi emosi adalah kemampuan individu untuk mengelola emosi yang individu miliki, kapan, dan bagaimana individu mengalami dan mengekspresikan emosi tersebut. Komunikasi Interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih yang di dalamnya melakukan suatu pertukaran informasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 173 pementor Agama Islam di Universitas Diponegoro. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 114 pementor. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Regulasi Emosi (20 aitem; α= .849) dan Skala Komunikasi Interpersonal (28 aitem; α= .900). Metode analisis data menggunakan analisis non-parametrik dengan Spearman Rank. Berdasarkan Uji Korelasi Spearman Rank menujukkan bahwa koefisien korelasi antara regulasi emosi dengan komunikasi interpersonal sebesar rxy 0.561 dengan p = 0.000 (p < 0.05). Nilai p = 0.000 (p < 0.05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara regulasi emosi dengan komunikasi interpersonal. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara Regulasi Emosi dengan Komunikasi Interpersonal. 

 

Fulltext View|Download
Keywords: regulasi emosi; komunikasi; interpersonal

Article Metrics:

  1. DeVito, J. A. (2016). The interpersonal communication book. New York, NY: Pearson
  2. Faridh, R. (2008). Hubungan antara regulasi emosi dengan kecenderungan kenakalan remaja. (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi UII, Yogyakarta
  3. Garnefski, N., & Kraaij, V. (2006). Cognitive emotional regulation questionnaire development of a short 18-item version (CERQ-short). Journal of Personality and Individual Differences, 41, 1045-1053
  4. Gitosudarmo, I., & Mulyono, A. (2001). Prinsip dasar manajemen (Edisi 3). Yogyakarta: BPFE
  5. Gross, J. J. (2014). Handbook of emotion regulation (Second edition). New York, NY: The Guliford Press
  6. Hartley, P. (2001). Interpersonal communications (Second edition). New York, NY: Routledge
  7. Hurlock, E. B. (2003). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan edisi kelima. Jakarta: Erlangga. Maftukha, A. (2017). Pengaruh perilaku asertif terhadap komunikasi interpersonal siswa kelas XI SMA Negeri 1 Mojo Kabupaten Kediri. (Skripsi tidak diterbitkan). Universitas Nusantara PGRI Kediri, Kediri
  8. Nurmalita, R., & Hidayati, F. (2014). Hubungan antara regulasi emosi dengan kompetensi interpersonal pada remaja panti asuhan. Jurnal Empati, 3(4), 1-9
  9. Putri, D. W. L. (2013). Hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku prososial pada perawat rumah sakit jiwa Grhasia Yogyakarta. Empathy, 2(1)
  10. Rubin, K. H., Bukowski, W. M., & Parker, J. G. (2007). Peer interactions, relationship, and group. Dalam W. Damon, & R.M. Lerner (Eds.), Handbook of Child Psychology. Hoboken, NJ: Wiley
  11. Ruswandi, M., & Adeyasa, R. (2012). Manajemen mentoring. Karawang: Ilham Publishing
  12. Safitri. (2011). Manfaat program mentor bagi siswa minoritas di lingkungan pendidikan kajian jurnal: Mentoring in a post-affirmative action world. Jurnal Psikologi, 9(1), 9-15
  13. Santrock, J. W. (2007). Remaja jilid II. Edisi sebelas. Jakarta : Erlangga
  14. Silaen, A.C., & Dewi, K, S. (2015). Hubungan antara regulasi emosi dengan asertivitas. Jurnal Empati, 4(2), 175-181
  15. Sulistyowati, E. E. (2009). Analisis pelaksanaan mentoring dalam pembentukan konsep diri pelajar SMA pada Lembaga ILNA Youth Centre Bogor. (Skripsi tidak diterbitkan). UIN Syarif Hidayatullah, Jakartas

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.