skip to main content

PENGALAMAN PADA ATLET KARATE YANG PERNAH MENGALAMI CEDERA BERAT (STUDI INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS)

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 17 Aug 2019; Published: 19 Aug 2019.

Citation Format:
Abstract

Olahraga memberikan manfaat berupa menguatkan dan menyehatkan tubuh. Meski demikian, olahraga juga dapat memberikan dampak buruk bagi fisik dan psikis individu yang melakukannya, yaitu dengan terjadinya cedera, khususnya bagi atlet. Olahraga kontak tubuh dinyatakan lebih berisiko untuk terjadi cedera, dan salah satu cabang olahraga kontak tubuh yang juga potensial terjadi cedera ialah olahraga bela diri karate. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman pada atlet karate yang pernah mengalami cedera berat. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria yaitu atlet karate yang pernah mengalami cedera berat (karena karate), mengalami cedera saat remaja dengan rentang usia 10-22 tahun, telah pulih dari cedera yang dialami, dan bersedia menjadi partisipan penelitian. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif fenomenologis dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pengambilan data dilakukan menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi. Hasil penelitian memperoleh empat tema induk, yakni (1) tema terkait penilaian terhadap cedera berat; (2) tema terkait dampak cedera berat; (3) tema terkait pemulihan cedera berat; dan (4) tema terkait peran sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai pengalaman atlet karate yang mengalami cedera berat, serta memperkaya referensi pada bidang psikologi olahraga dan psikologi kesehatan.

Fulltext View|Download
Keywords: atlet karate; cedera berat.

Article Metrics:

  1. Andrew, N., Wolfe, R., Cameron, P., Richardson, M., Page, R., Bucknill, A., & Gabbe, B. (2012). The impact of sport and active recreation injuries on physical activity levels at 12 months post-injury. Scandinavian Journal of Medicine & science in Sports. doi: 10.1111/j.1600-0838.2012.01523.x
  2. Ardern, C., Kvist, J., & Webster, K. (2016). Psychological aspects of anterior cruciate ligament injuries. Sports Medicine, 24(1), 77-83. http://dx.doi.org/10.1053/j.otsm.2015.09.006
  3. Arinda, E. (2014). Analisis cedera olahraga dan pertolongan pertama pemain sepak bola. Jurnal Kesehatan Olahraga, 2(3), 179-188
  4. Arnheim, D., & Prentice, W. (2000). Principles of athletic training (10th ed.). New York : McGraw-Hill
  5. Arvinen-Barrow, M., & Pack, S. (2013). Social support in sport injury rehabilitation. Dalam M. Arvinen-Barrow, & N. Walker (ed.), The psychology of sport injury and rehabilitation (hlm. 124). New York : Routledge
  6. Atmasubrata, G. (2012). Serba tahu dunia olah raga. Surabaya : Dafa Publishing
  7. Baima, J. (2009). Sport injuries. Santa Barbara : Greenwood Press
  8. Bruhmann, B., & Schneider, S. (2011). Risk groups for sports injuries among adolescents-representative German national data. Child: care, health and development. doi: 10.1111/j.1365-2214.2011.01209.x
  9. Cassella, M. C., & Richards, K. (2007). Principles of rehabilitation. Dalam L. J. Micheli, & L. Purcell (ed.), The adolescent athlete: A practical approach (hlm. 27). New York : Springer Science+Business Media, LLC
  10. Cohen, R., Nordin, S. M., & Abrahamson, E. (2010). Psychology and sports rehabilitation. Dalam P. Comfort, & E. Abrahamson (ed.), Sports rehabilitation and injury prevention (hlm. 277-280). West Sussex : John Wiley & Sons Ltd
  11. Fahrizal. (2011). Cedera olahraga pada cabang olahraga pencaksilat. Jurnal ILARA, 11(1), 55-62
  12. Gauthier, J. (2009). Ethical and social issues in combat sports: Should combat sports be banned?. Dalam R. Kordi, N. Maffulli, R. R. Wroble, & W. A. Wallace (ed.), Combat sport medicine (hlm. 74). London : Springer. doi: 10.1007/978-1-84800-354-5
  13. Kamus Besar Bahasa Indonesia (edisi lux). (2005). Semarang : CV Widya Karya
  14. Lu, F. J. H., & Hsu, Y. (2013). Injured athletes’ rehabilitation beliefs and subjective well-being: The contribution of hope and social support. Journal of Athletic Training, 48(1), 92-98. doi: 10.4085/1062-6050-48.1.03.http://natajournals.org/doi/pdf/10.4085/1062-6050-48.1.03
  15. Mallina, R., & Giannoudis, P. V. (2011). Sports injuries in children and adolescents : Classification, epidemiology, and clinical examination. Dalam A. H. Karantanas (ed.), Sports injuries in children and adolescents (hlm. 3-4). New York : Springer
  16. Matthews, H., & Matthews, M. (2010). Nutritional considerations for performance and rehabilitation. Dalam P. Comfort, & E. Abrahamson (ed.), Sports rehabilitation and injury prevention (hlm. 265). West Sussex : John Wiley & Sons Ltd
  17. McHugh, M., Bangsbo, J., & Lexell, J. (2003). Principles of rehabilitation following sports injuries : Sports-specific performance testing. Dalam M. Kjaer, M. Krogsgaard, P. Magnusson, L. Engebretsen, H. Roos, T. Takala, & S. L-Y. Woo (ed.), Textbook of sports medicine basic science and clinical aspects of sports injury and physical activity (hlm. 202). Massachusetts : Blackwell Science Ltd
  18. Pamungkas, A. A., & Fakhrurrozi, M. (2010). Persepsi terhadap cedera dan kepercayaan diri pada atlet tae kwon do wanita. Jurnal Psikologi, 3(2), 106-113
  19. Pieter, W. (2010). Competition injury rates in young karate athletes. Science and Sports, 25, 32-38. doi: 10.1016/j.scispo.2009.07.001
  20. Podlog, L., & Eklund, R. C. (2009). High-level athletes’ perceptions of success in returning to sport following injury. Psychology of Sport and Exercise, 10, 535-544. http://doi: 10.1016/j.psychsport.2009.02.003
  21. Podlog, L., Wadey, R., Stark, A., Lochbaum, M., Hannon, J., & Newton, M. (2013). An adolescent perspective on injury recovery and the return to sport. Psychology of Sport and Exercise, 14(2), 437-446. http://dx.doi.org/10.1016/j.psychsport.2012.12.005
  22. Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2011). Health psychology : Biopsychosocial interactions (7th ed.). Hoboken : John Wiley & Sons, Inc
  23. Sepda, D. I. (2017, April 2). Peran psikologi dalam pemulihan cedera pemain. Football Tribe. Diakses dari https://football-tribe.com/indonesia/2017/04/02/peran-psikologi-dalam-cedera/
  24. Sheu, Y., Chen, L. H., & Hedegaard, H. (2016). Sports-and recreation-related injury episodes in United States, 2011-2014 (National Health Statistic Report No.99). Diakses dari U.S. Departement of Health and Human Services, Centers for Disease Control and Prevention National Center for Health Statistic website : https://www.cdc.gov/nchs/data/nhsr/nhsr099.pdf
  25. Sujoto, J. B. (2006). Teknik oyama karate : Kihon-kata-kumite. Jakarta : PT Elex Media Komputindo
  26. Supartono, B. (2015). Penatalaksanaan cedera di kejuaraan olahraga. Media Informasi Rumah Sakit Olahraga Nasional edisi 5 tahun II. Diakses dari http://kemenpora.go.id/data_kliping/files/Majalah%20RSON/Majalah%20RSON%20Edisi%205.pdf
  27. Tedeschi, R. G., & Moore, B. A. (2016) The posttraumatic growth workbook : Coming through trauma wiser, stronger, and more resilient. Oakland : New Harbinger Publications, Inc
  28. Usra, M. (2012). Cedera dalam cabang olahraga beladiri dan teknik mengatasinya. ALTIUS Jurnal Ilmu Olahraga & Kesehatan, 2(1), 18-27
  29. Wibowo, H. (2008). Pencegahan dan penatalaksanaan cedera olahraga (edisi 2). Jakarta : Buku Kedokteran EGC
  30. Yang, J., Peek-Asa, C. P., Lowe, J. B., Heiden, E., & Foster, D. T. (2010). Social support patterns of collegiate athletes before and after injury. Journal of Athletic Training, 45(4), 372-379. http://natajournals.org/doi/pdf/10.4085/1062-6050-45.4.372

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.