skip to main content

INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS TENTANG RESILIENSI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK AUTISME

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 17 Sep 2018; Published: 30 Jun 2020.

Citation Format:
Abstract

Autisme merupakan gangguan perkembangan pada individu ditandai dengan adanya gangguan interaksi sosial dan komunikasi, emosional, minat serta perilaku yang terbatas dan berulang-ulang. Ibu merupakan seorang yang terlibat langsung dalam pengasuhan, sehingga lebih mudah munculnya masalah emosional dan rasa khawatir dalam menyiapkan semua kebutuhan anak. Adanya beban yang muncul sehubungan dengan diagnosa membuat ibu dituntut untuk memiliki resiliensi. Resiliensi merupakan kemampuan seorang individu untuk menghadapi, mengatasi, serta bangkit dari situasi yang dianggap sulit. Subjek dalam penelitian berjumlah tiga orang ibu yang diambil berdasarkan karakteristik khusus yang telah ditetapkan. Karakteristik subjek dalam penelitian yaitu seorang ibu yang memiliki anak autisme. Pencarian subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu Interpretative phenomenological analysis (IPA), dengan menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil yang didapatkan dari penelitian yaitu ketiga subjek dapat melakukan resiliensi karena adanya upaya-upaya yang dilakukan seperti merawat, mendidik, mencari informasi, pengendalian emosi diri, memiliki harapan positif pada masa depan, memiliki kemampuan empati, serta kemampuan mengambil makna positif dari peristiwa yang dianggap menekan. Resiliensi yang dimiliki ketiga subjek tidak terlepas dari faktor lingkungan subjek, berupa dukungan dari suami, keluarga, maupun tetangga kepada subjek.

Fulltext View|Download
Keywords: resiliensi, autisme, ibu dengan anak autisme.

Article Metrics:

  1. Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorder (5th ed.). Arlington : American Psychiatric Publishing
  2. Apostelina, E. (2012). Resiliensi keluarga pada keluarga yang memiliki anak autisme. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 1(1), 164-176
  3. Baumgardner, S.R., & Crothers, M.K. (2009). Positive Psychology. New Jersey : Pearson
  4. Berger, D.S. (2002). Music therapy, sensory integration, and the autismetic child. London : Jessica Kingsley Publishers
  5. Bilgin, H., & Kucuk, L. (2010). Raising an autismetic child: Perspectives from Turkish mothers. Journal of Child and Adolecent Psychiatry Nursing, 23 (2), 92-99
  6. Connell, D.Mc., Amber, S., & Rhonda, B. (2014)Resilience in families raising children with disabilities and behavior problems. Research in Developmental Disabilities 35, 833–848
  7. Cooper, C., Taylor, J., & Pearn, M. (2013). Building resilience for success: A resource for managers and organizations. England: Palgrave McMillan
  8. Departemen Kesehatan R.I. (1993). Pedoman penggolongan dan diagnosis gangguan jiwa di Indonesia III. Jakarta : Departemen Kesehatan R.I Direktorat Jenderal Pelayanan Medik
  9. Desiningrum, D.R. (2016). Terapi senam otak untuk menstimulasi kemampuan memori jangka pendek pada anak autisme. Jurnal Psikologi 43(1), 30-41
  10. Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa. (2005). Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Dalam Pendidikan Inklusif. Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa
  11. Dokter Indonesia. (2015). Angka kejadian autisme di Indonesia dan di berbagai belahan dunia. Diakses pada tanggal 17 Oktober 2017, dari https://klinikautisme.com
  12. Durand, V.M & David, H.B. (2006). Intisari psikologi abnormal. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
  13. Faradina, N. (2016). Penerimaan diri pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. EJournal Psikologi 4(4), 386-396
  14. Gunarsa, S.D.,& Gunarsa, Y.S.D. (2004). Psikologi praktis: Anak, remaja, dan keluarga. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia
  15. Greeff, A.P., & Kerry, J.W. (2010). Resilience in families with an autismetic child. Autismem and Developmental Disabilities, 45(3), 347-355
  16. Greenspan, S.I., & Serena, W. (2010). Engaging autismem. Jakarta : Yayasan Ayo Main
  17. Gross, J.J. (2007). Handbook of emotion regulation. NY: Guilford Publication
  18. Grotberg, E.H.(1999). Tapping your inner strength : How to find the resilience to deal with anything. Oakland, CA : New Harbinger Publications, Inc
  19. Hartanto, H. (2004). Keluarga berencana dan kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
  20. Irvine, J. (2005). Happy family. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
  21. Kamid. (2011). Pemerolehan pengetahuan matematika bagi siswa autisme pada permulaan bangku sekolah. Edumatica, 1(2), 81-87
  22. Kaplan, H.I., Benjamin, J.S., & Jack, A.G. (1997). Sinopsis Psikiatri. Jakarta : Binarupa Aksara
  23. Kartono, K. (2007). Psikologi Wanita 2. Bandung : CV.Maju Mundur
  24. Kristiana, I.F., & Widayanti, C.G. (2016). Buku ajar psikologi anak berkebutuhan khusus. Semarang : UNDIP Press
  25. Lestari, F.A., & Lely, I.M. (2015). Resiliensi ibu yang memiliki anak down syndrome di Sidoarjo. Psikolgia 3 (1), 141-155
  26. Lestari, S. (2012). Psikologi keluarga : Penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga. Jakarta : Kencana Prenada Media Group
  27. Maddi, S.R., & Deborah, M.K. (2005). Resilience at work. United States of America : Amacom (American Management Association)
  28. Mahmood, H. dkk. (2015). Coping strategies of mother with ASD Children. Professional Med J, 22 (11), 1454-1463
  29. Mangunsong, F. (2009). Psikologi dan pendidikan anak berkebutuhan khusus. Depok : Lembaga pengembangan sarana pengukuran dan Pendidikan psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
  30. Mangunsong, F. (2011). Psikologi dan pendidikan anak berkebutuhan khusus. Depok : Lembaga pengembangan sarana pengukuran dan Pendidikan psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
  31. Maslim, R. (2013). Buku saku diagnosis gangguan jiwa. Jakarta : PT Nuh Jaya
  32. McClure, V.S. (2007). Anak berkebutuhan khusus : Panduan bagi orang tua. Jakarta : Prestasi Pustakarya
  33. McEwen, K. (2011). Building resilience at work. Queensland : Australian Academic Press
  34. Mulyadi K. (2011). Autisme is treatable. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo
  35. Oltmanns, T.F. & Robert, E.E. (2013). Psikologi abnormal. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
  36. Papalia, D.E., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2009). Human development (10th Ed.). Jakarta : Salemba Humanika
  37. Papalia, D.E., & Ruth, D.F. (2014). Experience human development (12th Ed.). Jakarta : Salemba Humanika
  38. Pelling, M.(2011). Adaptation to climate change from resilience to transformation. London and New York. Routledge
  39. Pottie, C.G., Cohen, M.S.,& Ingram, K.M. (2008). Parenting a Child with Autisme: Contextual Factors Associated with Enhance Daily Parental Mood. Journal of Pediatric Psychology. Pp. 1-11. Priherdityo, E. (2016, April 7). Indonesia masih gelap tentang autisme. CNN Indonesia. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com
  40. Rachmawati, F. (2012). Pendidikan seks bagi anak autisme. Jakarta: PT Elex. Media Komputindo
  41. Reivich, K & Shatte, A. (2002). The resilience factor; 7 essential ekill for overcoming life’s inevitable obstacle. New York: Broadway Books
  42. Riandini, S. (2015). Pengaruh pola pengasuhan dengan perkembangan komunikasi anak autisme kepada orang tua. Majority, 4(8), 99-106
  43. Safaria, T. (2005). Autisme : Pemahaman baru untuk hidup bermakna bagi orang tua. Yogyakarta : Graha Ilmu
  44. Santrock, J.W. (2011). Masa perkembangan anak (11th ed.). Jakarta : Salemba Humanika
  45. Santrock, J.W. (2012).Life-span Development. 13th Edition. University of Texas, Dallas : Mc Graw-Hill
  46. Setiono, K. (2011). Psikologi keluarga. Bandung : P.T. Alumni
  47. Smith, J.A., Flowers, P., & Larkin, M. (2009). Interpretative phenomenological analysis. London : Sage
  48. Soetjiningsih &Ranuh, IG.N. Gde. (2013). Tumbuh kembang anak. Jakarta : EGC
  49. Taylor, S.E. (2012). Health psychology. Singapore: McGraw-Hill
  50. Walsh, F. (2006). Strengthening family resilience. New York : The Guilford Press
  51. Widhihastuti. (2007). Pola pendidikan anak autisme: Aktivitas Pembelajaran di Sekolah Autisme Fajar Nugraha. Yogyakarta: CV. Datamedia

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.