Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI21695, author = {Hammad Muharram and Yohannis Kahija}, title = {MELANTAS BATAS DIRI: STUDI KASUS RESOSIALISASI EKS-PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID PASCA RAWAT INAP MENGGUNAKAN PENDEKATAN THEMATIC ANALYSIS}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {7}, number = {2}, year = {2020}, keywords = {resosialisasi; eks-pasien; skizofrenia paranoid; rawat inap; analisis tematik}, abstract = { Proses resosialisasi merupakan sebuah proses berbaur kembali eks-pasien skizofrenia paranoid di masyarakat setelah terlepas dari statusnya sebagai orang dengan gangguan jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami dinamika proses resosialisasi eks-pasien skizofrenia paranoid setelah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa dengan menggunakan metode studi kasus melalui pendekatan analisis tematik. Penelitian ini melibatkan partisipan penelitian sebanyak empat orang yang dipilih menggunakan teknik purposive . Partisipan penelitian terdiri dari satu orang eks-pasien sebagai subjek kasus, serta tiga orang informan dari caregiver , tetangga, dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses resosialisasi merupakan upaya eks-pasien untuk dapat memulihkan relasi sosial serta menumbuhkan penerimaan masyarakat. Resosialisasi pada eks-pasien skizofrenia paranoid dipengaruhi oleh proses pengobatan yang dilakukan, dukungan dari caregiver , serta perlakuan masyarakat kepada eks-pasien. Eks-pasien mengoptimalkan keberfungsian sosialnya kembali dengan berusaha untuk tidak terpapar stigma dan melepaskan diri dari simtom melalui pendekatan spiritual. Penerimaan masyarakat dalam proses resosialisasi, serta dukungan dari caregiver membantu meningkatkan kemampuan eks-pasien untuk membangun motivasi diri dan menjalani realitas. Dukungan sosial dari setiap elemen masyarakat dapat membawa eks-pasien untuk lebih memahami dirinya, serta menekan terjadinya relaps pada eks-pasien. }, issn = {2829-1859}, pages = {654--665} doi = {10.14710/empati.2018.21695}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/21695} }
Refworks Citation Data :
Proses resosialisasi merupakan sebuah proses berbaur kembali eks-pasien skizofrenia paranoid di masyarakat setelah terlepas dari statusnya sebagai orang dengan gangguan jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami dinamika proses resosialisasi eks-pasien skizofrenia paranoid setelah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa dengan menggunakan metode studi kasus melalui pendekatan analisis tematik. Penelitian ini melibatkan partisipan penelitian sebanyak empat orang yang dipilih menggunakan teknik purposive. Partisipan penelitian terdiri dari satu orang eks-pasien sebagai subjek kasus, serta tiga orang informan dari caregiver, tetangga, dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses resosialisasi merupakan upaya eks-pasien untuk dapat memulihkan relasi sosial serta menumbuhkan penerimaan masyarakat. Resosialisasi pada eks-pasien skizofrenia paranoid dipengaruhi oleh proses pengobatan yang dilakukan, dukungan dari caregiver, serta perlakuan masyarakat kepada eks-pasien. Eks-pasien mengoptimalkan keberfungsian sosialnya kembali dengan berusaha untuk tidak terpapar stigma dan melepaskan diri dari simtom melalui pendekatan spiritual. Penerimaan masyarakat dalam proses resosialisasi, serta dukungan dari caregiver membantu meningkatkan kemampuan eks-pasien untuk membangun motivasi diri dan menjalani realitas. Dukungan sosial dari setiap elemen masyarakat dapat membawa eks-pasien untuk lebih memahami dirinya, serta menekan terjadinya relaps pada eks-pasien.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University