Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{EMPATI20030, author = {Bayu Adnan and Unika Prihatsanti}, title = {HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL CAPITAL DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA MAHASISWA UNDIP}, journal = {Jurnal EMPATI}, volume = {6}, number = {4}, year = {2018}, keywords = {psychological capital, komitmen organisasi, mahasiswa}, abstract = { Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan komitmen organisasi pada mahasiswa. Psychological capital adalah kapasitas psikologis individu yang bersifat positif dengan karakteristik efikasi diri, optimisme, harapan, dan resiliensi. Komitmen organisasi adalah keadaan psikologis individu dari hubungan individu tersebut sebagai anggota organisasi dengan organisasinya yang berimplikasi terhadap keputusan bertahan atau keluar dari organisasi tersebut. Subjek penelitian 89 anggota BEM dan SM Universitas Diponegoro, Semarang yang didapatkan dengan teknik convinience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala psychological capital (21 aitem, α= .909) dan skala komitmen organisasi (komitmen afektif α= .901, komitmen kontinuan α= .831, komitmen normatif α= .780). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi product moment pearson . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara psychological capital dengan komitmen afektif (r xy = .702; p= .000; p< .05), komitmen kontinuan (r xy = 0,671; p= .000; p< .05), dan komitmen normatif (r xy = 0,667; p= .000; p< .05). Psychological capital memberikan sumbangan efektif sebesar 49.3% pada komitmen afektif, sebesar 45% pada komitmen kontinuan, dan sebesar 44.5% pada komitmen normatif. }, issn = {2829-1859}, pages = {185--194} doi = {10.14710/empati.2017.20030}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/20030} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological capital dengan komitmen organisasi pada mahasiswa. Psychological capital adalah kapasitas psikologis individu yang bersifat positif dengan karakteristik efikasi diri, optimisme, harapan, dan resiliensi. Komitmen organisasi adalah keadaan psikologis individu dari hubungan individu tersebut sebagai anggota organisasi dengan organisasinya yang berimplikasi terhadap keputusan bertahan atau keluar dari organisasi tersebut. Subjek penelitian 89 anggota BEM dan SM Universitas Diponegoro, Semarang yang didapatkan dengan teknik convinience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala psychological capital (21 aitem, α= .909) dan skala komitmen organisasi (komitmen afektif α= .901, komitmen kontinuan α= .831, komitmen normatif α= .780). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara psychological capital dengan komitmen afektif (rxy= .702; p= .000; p< .05), komitmen kontinuan (rxy = 0,671; p= .000; p< .05), dan komitmen normatif (rxy = 0,667; p= .000; p< .05). Psychological capital memberikan sumbangan efektif sebesar 49.3% pada komitmen afektif, sebesar 45% pada komitmen kontinuan, dan sebesar 44.5% pada komitmen normatif.
Article Metrics:
Last update:
The authors who publish in the Jurnal Empati retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).
Jurnal EMPATI published by Faculty of Psychology, Diponegoro University