HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) KOTA SEMARANG

*Risma Widyakusumastuti  -  Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Nailul Fauziah  -  Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 1 Feb 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Statistics: 673 441
Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara komunikasi interpersonal yang efektif dengan burnout. Populasi penelitian ini adalah perawat instalasi rawat inap yang berusia dibawah 40 tahun, dengan jumlah sebanyak 181 perawat. Jumlah sampel penelitian berjumlah 119 perawat yang dipilih dengan menggunakan cluster sampling. Metode pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala burnout dan skala komunikasi interpersonal. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi (rxy) sebesar -0.705 dengan dengan tingkat signifikan korelasi p = 0.000 (p < 0.01), yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan burnout pada perawat instalasi rawat inap. Semakin tinggi efektifitas komunikasi interpersonal maka semakin rendah burnout. Komunikasi interpersonal memberikan sumbangan sebesar 49.7% terhadap burnout, sisanya sebesar 50.3% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diukur oleh penelitian ini.

Keywords: burnout; komunikasi interpersonal; perawat

Article Metrics: