PENGALAMAN KEHILANGAN ANAK PADA IBU KORBAN TRAGEDI TRISAKTI 1998 (Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologis)

*Afrian Saputra  -  Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Zaenal Abidin  -  Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 31 Jan 2017.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract
Penelitian ini didasari adanya sebuah kejadian besar di Indonesia tahun 1998, yaitu Tragedi Trisakti.Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman kehilangan anak pada ibu korban Tragedi Trisakti 1998.Peneliti menggunakan sebuah studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologis.Teknik analisis yang digunakan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik analisis IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang terperinci.Prosedur tersebut bertitik fokus pada eksplorasi pengalaman yang diperoleh subjek melalui kehidupan pribadi dan sosialnya. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah dua orang dengan karakeristik utama ibu dari korban Tragedi Trisakti yang berdomisili di Jakarta dan Tangerang Selatan.Hasil penelitian ini memiliki tiga tema induk yang sesuai dengan pertanyaan penelitian, yang terdiri dari: hubungan dengan anak; dinamika menghadapi kehilangan; dan penghayatan hidup dari ibu. Penelitian ini sampai pada kesimpulan bahwa perasaan kehilangan dipengaruhi oleh kelekatan antara ibu dengan anak dan proses kematian dari anak. Terdapat dinamika yang dilalui oleh ibu dalam menghadapi kehilangan dari saat awal merespon kematian anak hingga menerima kehilangan. Setelah proses tersebut subjek menunjukkan harapan dan perubahan yang terjadi pada diri. Harapan yang muncul diantaranya tentang penyelesaian kasus, harapan supaya kejadian serupa tidak terulang, dan harapan terkait kondisi kesehatan dan finansial subjek. Perubahan diri yang dirasakan subjek yaitu, subjek menjadi sosok yang lebih kuat serta subjek membatasi perasaan sayang dirinya kepada orang lain.
Keywords: kehilangan anak; kematian; ibu; tragedi Trisakti 1998

Article Metrics: