skip to main content

HARDINESS IBU YANG MEMILIKI ANAK DENGAN THALASSEMIA

Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Indonesia

Published: 18 Oct 2015.

Citation Format:
Abstract
Thalassemia adalah penyakit kronis yang berdampak pada berbagai organ karena penyakitnya sendiri maupun pengobatan yang diberikan. Ibu merupakan perawat utama bagi anak dengan thalassemia. Perasaan sedih, shock, terpukul, hidup tidak tenang dan merasakan beban berat dirasakan oleh ibu ketika mendengar diagnosa thalassemia pada anak. Tujuan penelitian ini adalah menemukan gambaran hardiness pada pengalaman ibu yang  merawat anak thalassemia. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif fenomenologis, dengan wawancara mendalam pada tiga orang ibu yang memiliki dan merawat sendiri anak thalassemia. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskripsi fenomena individual. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa partisipan menjadikan anak sebagai sumber motivasi dalam menjalani hidup. Perasaan negatif yang muncul sesekali membuat ibu kembali dalam kondisi engulfed dan mendekat pada Tuhan merupakan strategi coping yang digunakan untuk meminimalkan munculnya perasaan negatif. Berpikir positif dan sikap pasrah juga dapat memberikan peranan pada ibu dalam menjalani rutinitas kehidupan bersama anak thalassemia, menjadi lebih terlibat pada apa saja yang dilakukannya, serta yakin dapat membuat suatu perubahan ke arah lebih baik.
Fulltext View|Download
Keywords: hardiness; ibu; thalassemia

Article Metrics:

  1. Anonim. (2008). Understanding chidren and chronic illness. National Jewish Health. Diakses dari http://www.njhealth.org, pada November 2008
  2. Atkin, K., & Ahmad, W. I. U. (2000). Family caregiving and chronic illness: How Parents cope with a child with a SCD or thalassemia. Journal of Health Social Care and Community, 8(1), 57-59
  3. Hill, S. A. (1994). Managing sickle cell disease in low income families. Philadelphia: Temple University Press
  4. Lopez S. J. (2009). The Encyclopedia of positive psychology. Blackwell Publishing
  5. Maddi, S. R. & Khoshaba, D.M. (2005). Resilience at work. New York: Amacom
  6. Moleong, L. J. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
  7. Moleong, L. J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
  8. Mussatto, K. (2006). Adaptation of the child and family to life with chronic illness. Journal of Cardiology in the Young, 16, 110-116. Diakses dari http://journals.cambridge.org/action/
  9. Notosoedirjo, M., & Latipun. (2002). Kesehatan mental: Konsep dan penerapan Malang: Universitas Muhamadiyah Malang
  10. Potter, P. A. & Perry, A. G. (2007). Basic nursing essential for practice, sixth edition. Missouri: Mosby Elseiver
  11. Rund, D. & Rachmilewitz E. (2005). Medical progress β thalassemia. The New England Journal of Medicine, 353:1143
  12. Sarafino, E. P. (2011). Health psychology: Biopsychosocial interaction seventh edition. New York: John Willey & Sons Inc
  13. Subandi, M. A. (2009). Psikologi dzikir: Studi fenomenologi dzikir tawakkal. pengalaman transformasi religius. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  14. Shargi, A., Karbakhsh, M., Nabae, B., Meysamie, A., & Farrokhi, A. (2006). Depression in mother of children with thalassemia or blood malignancies: A study from Iran. Clinical Practice and Epidemiology in Mental Health, 2(27)
  15. Theofanidis, D. (2009). Chronic illness in childhood: Psychosocial adaptation and nursing support for the child and family. Journal of Health Science. Diakses dari http://www.hjs.gr
  16. Vera, M. A. (2009). Pengalaman keluarga dengan anak yang menderita penyakit kronis. Skripsi, tidak diterbitkan. Universitas Sumatera Utara. Diakses dari http://repository.usu.ac.id/
  17. Ygge, B. & Arnett, J. (2004) A study of parental involvement in paediatric hospital care: Implicationsfor clinical practice. Journal of Paediatric Nursing, 19(3), 217-23. Diakses dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1518525

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.