Pengaruh Lama dan Tempat Penyimpanan yang Berbeda Terhadap Kandungan Gizi Umbi Jalar (Ipomoea batatas) var. Manohara

*Novita Ismi Faizah  -  Departemen Biologi-FSM, Indonesia
Sri Haryanti  -  Departemen Biologi-FSM, Indonesia
Published: 31 Jul 2020.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Penanganan pasca panen yang baik bertujuan untuk memberikan perlindungan produk dari kerusakan dan memperpanjang masa simpan. Ubi Jalar (Ipomoea batatas var. Manohara) adalah produk pertanian yang mudah rusak saat dipanen, sehingga dibutuhkan penanganan yang baik untuk mempertahankan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi kualitas dan perubahan fisiologi umbi jalar varietas manohara dengan perbedaan perlakuan lama penyimpanan yaitu : 0 hari, 14 hari dan 28 hari pada dua tempat yang berbeda yaitu : diatas lantai dan didalam wadah kardus. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor yaitu lama penyimpanan (0 hari, 14 hari dan 28 hari) dan tempat penyimpanan (diatas lantai dan didalam wadah kardus). Parameter penelitian terdiri dari perubahan kimiawi (Kadar air, kadar abu, kadar lemak kasar, kadar serat kasar, kadar protein kasar dan BETN/Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen) dan perubahan fisiologi (susut bobot). Hasil penelitian menunjukkan susut bobot tertinggi pada umbi jalar yang disimpan didalam wadah kardus pada lama penyimpanan 28 hari. Perlakuan lama dan tempat penyimpanan yang berbeda tidak berpengaruh terhadap kualitas umbi jalar. Lama penyimpanan 28 hari dan tempat penyimpanan di lantai merupakan keadaan paling balik untuk mempertahankan kandungan gizi ubi jalar.

Keywords: Ipomoea batatas var. Manohara, penyimpanan, proksimat, susut bobot

Article Metrics: