Uji Antagonisme Jamur Patogen Fusarium solani Penyebab Penyakit Layu pada Tanaman Cabai dengan Menggunakan Beauveria bassiana Secara In Vitro

*Nurul Halwiyah  -  Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rejeki Siti fe  -  Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Budi Raharjo  -  Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Susiana Purwantisari  -  Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 30 Jul 2019.
View
Open Access
Citation Format:
Abstract

Beauveria bassiana merupakan jamur patogen serangga yang bersifat menguntungkan karena mempunyai sifat antagonis terhadap jamur patogen Fusarium solani penyebab penyakit layu pada tanaman. Mekanisme pengendalian dengan penggunaan jamur B. bassiana berpotensi mampu menghambat pertumbuhan patogen tanaman, hal ini menjadi keunggulan tersendiri bagi jamur Beauveria bassiana sebagai agen pengendali hayati. Pemanfaatan Beauveria bassiana sebagai agen pengendali hayati terhadap jamur patogen Fusarium solani merupakan salah satu alternatif penting untuk mengendalikan jamur patogen tersebut tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan daya hambat dan mekanisme jamur B. bassiana terhadap jamur F. solani secara in vitro dengan uji antagonisme. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik yang dilakukan dengan 3 perlakuan. Perlakuan I yaitu kontrol positif (nistatin), perlakuan II yaitu B. bassiana, dan perlakuan III adalah kontrol negatif (akuades steril). Masing-masing perlakuan dilakukan dengan 3 kali ulangan. Pengukuran daya hambat (%) dan laju pertumbuhan koloni jamur (cm) dilakukan selama tujuh hari. Data pengukuran tersebut dianalisis melalui uji ANOVA. Uji antagonisme secara in vitro menunjukkan bahwa B. bassiana mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen F. solani dengan nilai persentase daya hambat 29,19 % melalui mekanisme antagonisme yaitu antibiosis.

Article Metrics: