PERHITUNGAN BIAYA SEWA JARINGAN TRANSMISI 500 KV JAWA-BALI DENGAN METODE BASIS ARUS

*Heriawan Kukuh Setyadi  -  Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Hermawan Hermawan  -  Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Susatyo Handoko  -  Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Published: 20 Feb 2015.
Open Access

Citation Format:
Abstract

Abstrak

 

Permintaan energi listrik yang selalu mengalami peningkatan di setiap tahunnya  tidak diimbangi dengan adanya pusat pembangkit baru.Hal tersebut terjadi karena keterbatasan dana investasi yang dimiliki PLN. Oleh karenanya PLN perlu menyusun skema untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu skema yang dapat disusun adalah  skema sewa jaringan transmisi. Sewa jaringan transmisi pada prinsipnya bertujuan untuk menyalurkan daya dari pembangkit milik sendiri ke beban  pihak lain dengan menyewa jaringan transmisiDiperlukan suatu metode untuk menghitung biaya sewa jaringan transmisi yaitu dengan menggunakan metode basis arus. Metode basis arus dalam menentukan alokasi biaya sewa jaringan transmisi dengan menghitung seluruh perubahan arus antara sebelum dan sesudah adanya sewa jaringan. Peneliatian ini, dalam menghitung biaya sewa transmisi menggunakan sistem transmisi 500 kV dengan metode basis arus. Melalui metode tersebut diperoleh biaya sewa jaringan transmisi untuk setiap studi kasus. Pada kasus 1 perhitungan biaya sewa jaringan transmisi dengan inject daya 50 MW dari Tanjung Jati-Ungaran diperoleh biaya sebesar Rp2.504.782.753,-.Kasus 2 perhitungan dengan inject daya  100 MW dari Tanjung Jati-Pedan sebesar Rp11.716.146.528,-. Kasus 3 perhitungan  dengan inject daya 200 MW dari Gresik-Cilegon sebesar Rp81.241.618.173,-.  Dari hasil  analisis yang dilakukan, metode basis arus dengan kelebihan dan kekurangannya dapat menjadi alternatif metode perhitungan biaya sewa jaringan transmisi.

 

Kata kunci : Sistem transmisi 500 KVJawa-Bali,sewa transmisi ,metode basis arus, inject  daya wheeling.

 

 

Abstract

 

Electrical energy demand always increased in each year is not matched with the new power plant. It happens because of the limitations fund owned by PLN. Therefore PLN needs to prepare schemes to resolve the issue. Scheme that can be set is the transmission rental scheme. Transmission rental scheme in principle to distribute power from self-owned plant to load by renting transmission. We need a method to calculate the cost by using current base method. Current base method for determining the allocation of transmission network rental cost with count all current changes between before and after rental.  Final assigment, in calculating rental cost using 500 kV transmission system with current base method. Through these methods obtained transmission network rental cost for each case study. In the first case the calculation of rental cost inject power transmission with 50 MW from Tanjung Jati-Ungaran obtained cost of Rp83.492.758,-. Case 2 calculation to inject a 100 MW power from Tanjung Jati-Pedan obtained cost of Rp390.538.218,-. Case 3 calculations with inject 200 MW power from Gresik-Cilegon obtained cost of Rp904.351.291,-. From the the analysis, current base method with advantages and disadvantages can be an alternative method to calculate the transmission rental cost.

 

Keywords : 500KVtransmissionsystem, transmission rental cost, current base method, inject

Article Metrics: