UNIVERSITAS PAMULANG, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{Transient56332, author = {Muhamad Raihansyah and Sunardi Sunardi and Kartika Sekarsari and Agi Tama}, title = {RANCANG BANGUN SISTEM DETEKSI GEMPA BUMI DAN PERINGATAN DINI BERBASIS INTERNET OF THINGS MENGGUNAKAN ESP 32}, journal = {Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro}, volume = {15}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {Kata kunci: Gempa Bumi, ESP 32, IoT, MPU6050, Skala MMI, Telegram, PGA}, abstract = { Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah cincin api sehingga membuat wilayah Indonesia rawan sekali terhadap bencana alam gempa bumi. Oleh karena itu diperlukan sistem yang dapat memberikan peringatan dini yang cepat untuk meminimalisir korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem deteksi dan peringatan dini gempa bumi berbasis internet of things (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP 32 dengan kombinasi sensor MPU6050 dan sensor getar SW-420. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi getaran dan mengukur percepatan tanah atau Peak Ground Acceleration (PGA) melalui 3 sumbu sensor MPU6050. Data percepatan yang diperoleh dari MPU6050 dikonversi dari satuan g ke satuan cm/ dan dihitung untuk menentukan estimasi tingkat intensitas gempa berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Apabila nilai percepatan melebihi ambang batas tertentu, sistem akan mengaktifkan peringatan lokal berupa buzzer serta mengirimkan notifikasi melalui aplikasi Telegram. Selain itu, data hasil pengukuran dikirimkan secara real-time ke platform ThingSpeak untuk keperluan monitoring dan pencatatan data. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan melakukan kalibrasi sensor melalui pengambilan 5.000 sampel data statis untuk meminimalkan nilai offset . Pengujian sistem dilakukan dengan simulasi getaran menggunakan sumber getaran buatan serta uji linearitas sensor pada beberapa sudut kemiringan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor mampu mendeteksi perubahan percepatan secara konsisten dengan tingkat kesalahan yang masih dalam batas toleransi untuk sistem prototype. Sistem yang dirancang dapat berfungsi sebagai alat pendukung peringatan dini gempa berbasis lokal, meskipun belum dapat menggantikan sistem pemantauan seismik resmi. Kata kunci: Gempa Bumi, ESP 32, IoT, MPU6050, Skala MMI, Telegram, PGA }, issn = {2685-0206}, pages = {100--108} doi = {10.14710/transient.v15i3.100-108}, url = {https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/transient/article/view/56332} }
Refworks Citation Data :
Indonesia merupakan negara yang berada di wilayah cincin api sehingga membuat wilayah Indonesia rawan sekali terhadap bencana alam gempa bumi. Oleh karena itu diperlukan sistem yang dapat memberikan peringatan dini yang cepat untuk meminimalisir korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem deteksi dan peringatan dini gempa bumi berbasis internet of things(IoT) menggunakan mikrokontroler ESP 32 dengan kombinasi sensor MPU6050 dan sensor getar SW-420. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi getaran dan mengukur percepatan tanah atau Peak Ground Acceleration (PGA) melalui 3 sumbu sensor MPU6050. Data percepatan yang diperoleh dari MPU6050 dikonversi dari satuan g ke satuan cm/ dan dihitung untuk menentukan estimasi tingkat intensitas gempa berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity(MMI). Apabila nilai percepatan melebihi ambang batas tertentu, sistem akan mengaktifkan peringatan lokal berupa buzzer serta mengirimkan notifikasi melalui aplikasi Telegram. Selain itu, data hasil pengukuran dikirimkan secara real-time ke platform ThingSpeak untuk keperluan monitoring dan pencatatan data. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan melakukan kalibrasi sensor melalui pengambilan 5.000 sampel data statis untuk meminimalkan nilai offset. Pengujian sistem dilakukan dengan simulasi getaran menggunakan sumber getaran buatan serta uji linearitas sensor pada beberapa sudut kemiringan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor mampu mendeteksi perubahan percepatan secara konsisten dengan tingkat kesalahan yang masih dalam batas toleransi untuk sistem prototype. Sistem yang dirancang dapat berfungsi sebagai alat pendukung peringatan dini gempa berbasis lokal, meskipun belum dapat menggantikan sistem pemantauan seismik resmi.
Kata kunci: Gempa Bumi, ESP 32, IoT, MPU6050, Skala MMI, Telegram, PGA
Article Metrics:
Last update:
Penulis yang menyerahkan naskah perlu menyetujui bahwa hak cipta dari artikel tersebut akan diserahkan ke TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro dan Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro sebagai penerbit jurnal. Hak cipta mencakup hak untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya.
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro dan Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro dan Editor berusaha keras untuk memastikan bahwa tidak ada data, pendapat, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Dengan cara apa pun, isi artikel dan iklan yang diterbitkan dalam TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.
Formulir Transfer Hak Cipta dapat diunduh di sini: [Formulir Transfer Hak Cipta Transient]. Formulir hak cipta harus ditandatangani dan dikirim ke Editor dalam bentuk surat asli, dokumen pindaian atau faks:
Dr. Wahyudi (Ketua Editor)Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, IndonesiaJl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang 50275 IndonesiaTelepon/Facs: 62-24-7460057Email: transient@elektro.undip.ac.id