IMPLEMENTASI ALTIVAR 12 SEBAGAI METODE STARTING DENGAN INVERTER, PENGENDALIAN KECEPATAN DAN PENGEREMAN DINAMIK DENGAN INJEKSI ARUS SEARAH PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA UNTUK APLIKASI SISTEM KONVEYOR TERKENDALI

*Arief Rahman Zardi  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Mochammad Facta  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Sudjadi Sudjadi  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 14 Mar 2019; Published: 8 Aug 2019.
Open Access Copyright 2019 TRANSIENT
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID-ID
Full Text:
Statistics: 41 34
Abstract

Pada pengoperasian motor induksi 3 fasa, dua hal yang menjadi permasalahan adalah arus starting yang besar dan kesulitan dalam mengatur kecepatan putar motor. Secara teoritik, ketika motor diasut secara langsung, maka akan terjadi lonjakan arus mencapai 5 sampai 7 kali arus nominal namun torsi yang dihasilkan hanya 1,5 sampai 2,5 kali dari torsi nominal saat beban penuh. Pada metode starting dengan inverter, dapat dilakukan dengan mengubah frekuensi sumber 3 fasa yang menjadi sumber tegangan untuk motor induksi 3 fasa. Selain dapat mengurangi arus starting pada kondisi awal, inverter tersebut juga dapat digunakan untuk mengubah kecepatan motor induksi 3 fasa sesuai yang diinginkan dengan mengubah frekuensi sumber 3 fasa. Inverter yang digunakan untuk mengendalikan kecepatan motor induksi 3 fasa disebut dengan variable speed drive (VSD). VSD yang digunakan dalam penelitian ini adalah produk yang dibuat oleh Schneider Electric yaitu ATV12H075M2 atau Altivar12. Produk  Altivar12 ini berfungsi sebagai starting motor induksi 3 fasa, operasi pengendalian kecepatan motor induksi 3 fasa dan sebagai pengereman motor induksi 3 fasa. Selama operasi kontrol kecepatan motor induksi tiga fasa menggunakan VSD, nilai frekuensi berbanding lurus dengan kecepatan putar motor dan tegangan, karena semakin besar frekuensi maka diperoleh kecepatan putar motor dan tegangan semakin tinggi.

 

Keywords
DGA; gas terlarut dalam minyak; interpretasi data; minyak transformator

Article Metrics: