EVALUASI KOORDINASI PROTEKSI RELAY ARUS LEBIH DAN RELAY GANGGUAN TANAH PADA PENYULANG KEDONGANAN DAN GARDENIA GI NUSA DUA MENGGUNAKAN ETAP 12.6.0

*Andri Laksono  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hermawan Hermawan  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Agung Nugroho  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 13 Aug 2018.
Open Access Copyright 2018 TRANSIENT


Citation Format:
Abstract
Sistem distribusi tenaga listrik adalah bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan listrik dari pembangkit tenaga listrik hingga ke konsumen. Evaluasi proteksi meliputi koordinasi antar peralatan proteksi dalam jaringan distribusi yang harus memenuhi standart yang ada.  Penelitian ini membahas tentang evaluasi koordinasi proteksi Relay Arus Lebih dan Relay Gangguan Tanah penyulang Kedonganan dan Gardenia GI Nusa Dua menggunakan aplikasi ETAP 12.6.0. Nilai setting relay arus lebih dan relay gangguan tanah ditentukan berdasarkan pada standart IEC 60255, relay yang terpasang pada GI Nusa Dua memiliki kurva karakteristik Standart Inverse. Hasil simulasi menunjukkan pada penyulang Kedonganan dan Gardenia dalam kondisi eksisting belum sesuai dengan standart. Pada gangguan 3 fasa, interval waktu kerja antar relay kondisi eksisting adalah sebesar 0,510 detik untuk kedua feeder, sedangkan pada kondisi resetting memiliki interval waktu 0,331 detik untuk feeder Kedonganan. Interval yang diizinkan berdasarkan standart IEC 60255 adalah 0,3-0,5 detik. Pada kondisi resetting, untuk gangguan 2 fasa diujung saluran, relay incoming memiliki waktu kerja sebesar 1,099 detik untuk feeder Kedonganan.
Keywords: distribusi tenaga listrik, evaluasi koordinasi proteksi, gangguan hubung singkat, relay gangguan tanah, relay arus lebih, ETAP 12.6.0

Article Metrics: