skip to main content

ANALISA KONEKSI PLTA WONOGIRI PADA SISTEM GI WONOGIRI JTM 20 KV DENGAN SOFTWARE ETAP 7.0.

Hasta Nurullita1, 2, 3, 4 Karnoto Karnoto1, 2, 3, 4Susatyo Handoko1, 2, 3, 4

1Jurusan Teknik Elektro , Indonesia

2Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro, Indonesia

3Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang , Indonesia

4 Jawa Tengah 50275, Indonesia

View all affiliations
Editor(s): Aris Triwiyatno

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

 

Gardu Induk (GI) Wonogiri 150 kV melalui Trafo I berkapasitas 30 MVA dan PLTA Wonogiri 15,5 MVA menyuplai daya listrik ke beban penyulang WNI 3, WNI 4, WNI 6 dan WNI 8. Pengoperasian PLTA Wonogiri tergantung jumlah debit air yang ada pada Waduk Gajah Mungkur. Saat PLTA Wonogiri beroperasi atau terkoneksi ke sistem GI Wonogiri akan menyebabkan daya reaktif (kVAR) di GI Wonogiri melonjak tinggi, rata-rata pada tahun 2012 sekitar 293.794.785 kVAR dan rata-rata faktor daya (Cos φ) rendah, yaitu 0,7(Cos φ threshold 0,9). Sehingga, PT PLN (Persero) Area Surakarta mengalami kerugian sebesar 1.007.312 kVARh atau sebesar Rp 518.785.400,00 per bulannya.

Aliran daya kedua sistem, saat GI Wonogiri terkoneksi dan tidak terkoneksi ke PLTA Wonogiri, disimulasikan menggunakan software ETAP 7.0.0. Kemudian kedua hasil simulasi tersebut dibandingkan dan dianalisa untuk mengetahui penyebab nilai kVAR yang melebihi nilai kVAR threshold.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa saat sistem GI Wonogiri tidak terkoneksi PLTA Wonogiri, Cos φ yang terukur di Trafo I GI Wonogiri sebesar 0,942 (Cos φ threshold 0,9),  sehingga tidak mengalami kelebihan kVAR. Sedangkan saat sistem GI Wonogiri terkoneksi PLTA Wonogiri, nilai Cos φ terukur sebesar 0,735 sehingga mengalami kelebihan kVAR sebesar 1,701 kVAR. Dan, tegangan generator kurang maksimal sekitar 92,3 %, yaitu bernilai 6,09 kV dari 6,60 kV. Semakin tinggi tegangan generator PLTA, maka Cos φ yang titik pengukurannya di Trafo I GI Wonogiri juga semakin tinggi, yaitu 0,991 pada tegangan generator 98 %, 99 %, dan 100 %.

 

Kata kunci : daya reaktif,  faktor daya, Gardu Induk, PLTA, Software ETAP 7.0.0

 

ABSTRACT

 

Wonogiri Substation 150 kV system pass through Transformer I with a capacity of 30 MVA and Wonogiri Hydropower 15,5 MVA supply to the load feeders WNI 3, WNI 4, WNI 6 and WNI  8. Wonogiri Hydropower operation depends on the amount of water present in the Gajah Mungkur Dam. When Wonogiri Hydropower operated or connected to the Wonogiri Substation system will cause reactive power (kVAR) in Wonogiri Substation soaring, in 2012 averaging approximately 293.794.785 kVAR and the average power factor (Cos φ) is low, i.e. 0,7 (Cos φ threshold 0,9). Thus, PT PLN (Persero) Area Surakarta lost 1.007.312 kVARh, paying charge Rp 518.785.400,00 per month.

Load flow both systems, while Wonogiri Substation connected and not connected to the Wonogiri Hydropower, simulated using ETAP software 7.0.0. Then both the simulation results are compared and analyzed to determine the cause of the kVAR value in excess kVAR threshold value.

The test results show that when the Wonogiri Substation system is not connected to Wonogiri Hydropower, Cos φ which measured in Transformers I of Wonogiri Substation is 0,942 (Cos φ threshold 0,9), so it does not have kVAR charge. While Wonogiri Substation system connected to Wonogiri Hydropower, cos φ values ​​measured at 0,735 so that it has a charge 1.701 kVAR. And, the generator voltage operated less than maximum about 92,3%, the value 6,09 kV of 6,60 kV. Higher the hydropower generator voltage, the Cos φ which a point measurement in Transformers I of Wonogiri Substation also higher, i.e. 0,992  at voltage generator is 98 %, 99 %, and 100%.

 

Keywords : reactive power, power factor, substation, hydropower, ETAP 7.0.0 Software
Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.