EVALUASI KOORDINASI PROTEKSI RELAY ARUS LEBIH DAN GANGGUAN TANAH GIS KANDANG SAPI PENYULANG GARDEN 1, GARDEN 2, AEON 1, AEON 2, LADANG, LAPINDO, DAN BLETHOK MENGGUNAKAN ETAP 12.6.0

*Muhamad Panji Kusuma  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Jaka Windarta  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Mochammad Facta  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 15 Dec 2017.
Open Access Copyright 2017 TRANSIENT


Citation Format:
Abstract
Penggunaan energi listrik akan terus berkembang dan hal ini mengharuskan adanya perkembangan jaringan distribusi, sehingga kerja dari sistem proteksi perlu dianalisis dan dievaluasi. Penelitian ini membahas tentang evaluasi koordinasi proteksi Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR) dari penyulang Garden 1, Garden 2, AEON 1, AEON 2, Ladang, Lapindo, dan Blethok di GIS Kandang Sapi. Arus setting pada peralatan proteksi diatur berdasarkan kuat hantar arus (KHA) dan arus hubung singkat. Koordinasi proteksi hasil resetting dibandingkan dengan setting eksisting dan dianalisis dengan tinjauan dari koordinasi antar relay, kecepatan respon terhadap gangguan, grading time antara relay incoming dan outgoing, serta waktu ketahanan penghantar. Pada setting eksisting ditemukan bahwa selisih waktu antara relay outgoing dan incoming tidak memenuhi standar IEC 60255.. Berdasarkan hasil analisis, arus hubung singkat maksimum senilai 13902 ampere dan arus hubung singkat minimum senilai 3411 ampere. Koordinasi proteksi hasil resetting menghasilkan grading time yang lebih baik dan sesuai dengan standar IEC 60255. Waktu kerja peralatan proteksi yang di peroleh lebih cepat dari waktu yang diperlukan untuk mencapai ketahanan maksimum dari penghantar yang di gunakan di penyulang.
Keywords: sistem distribusi tenaga listrik, koordinasi proteksi, gangguan hubung singkat, relay

Article Metrics: