EVALUASI SETTING RELAY ARUS LEBIH DAN SETTING RELAY GANGGUAN TANAH PADA GARDU INDUK 150KV BAWEN

*Adhitya Indrajaya Putra  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Karnoto Karnoto  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Bambang Winardi  -  Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 9 Nov 2017.
Open Access Copyright 2017 TRANSIENT


Citation Format:
Abstract
Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik yang berfungsi menyalurkan listrik ke konsumen, sehingga kerja dari sistem proteksi membutuhkan keandalan dalam menjaga peralatan penyaluran dari gangguan diantaranya gangguan hubung singkat. Meminimalisir gangguan tersebut diperlukan sistem proteksi yang memenuhi persyaratan sensitifitas, keandalan, selektifitas dan kecepatan, yang semuanya tergantung pada ketepatan dalam setting peralatan proteksinya. Salah satu peralatan proteksi yang digunakan adalah relai arus lebih (OCR) dan relai hubung tanah (GFR). Pada penulisan penelitian ini akan dibahas evaluasi antara setting OCR dan GFR BWN 02 dan BWN 09 pada Gardu Induk Bawen. Hasil perbandingan setting koordinasi proteksi perhitungan dengan simulasi, menunjukkan bahwa setting koordinasi proteksi perhitungan dapat bekerja dengan baik dibanding dengan simulasi yang terpasang di Gardu Induk Bawen. Hasil perhitungan dari setting OCR pada sisi incoming di dapat nilai TMS = 0,151, sedangkan setting OCR pada sisi outgoing didapat nilai TMS = 0,127. Penyetelan GFR pada sisi incoming di dapat nilai TMS = 0,345, sedangkan setting GFR pada sisi outgoing didapat nilai TMS = 0,172. Koordinasi antar relay pada perhitungan sudah sesuai dengan standart IEC 60255 dengan granding time 0,3-0,5 detik.
Keywords: setting OCR ,setting GFR, hubung singkat, proteksi.

Article Metrics: